Kamis, 28 Mei 2020

Salah Metodologi, Hasil Studi Rokok Elektrik yang Keliru Perlu Diteliti Lebih Lanjut

- 30 Maret 2020, 06:01 WIB
STUDI menyebutkan rokok elektrik pintu masuk rokok pemula, perlu dikaji lagi.* /RENZ/PEXELS

PIKIRAN RAKYAT – Hasil penelitian dua universitas negara bagian Amerika Serikat, soal rokok elektrik perlu dikaji ulang.

Antara lain Stanton Glantz dan Benjamin Chaffee dari University of California San Francisco, serta Shannon Lea Watkins dari University of Iowa yang diterbitkan di jurnal Pediatrics tahun 2018.

Keduanya berpendapat bahwa rokok elektrik menjadi pintu masuk menuju rokok, dan dinilai tidak tepat.

Baca Juga: Manfaat Buah Pepaya untuk Wajah, Salah Satunya Membuat Glowing Kulit

Alasannya, metode penelitian yang digunakan oleh para peneliti tersebut tidak berdasarkan pada fakta.

Pengajar Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Padjadjaran, Ardini Raksanagara, mengatakan penelitian yang menyimpulkan bahwa rokok elektrik dianggap sebagai pintu masuk bagi perokok pemula perlu diteliti lebih lanjut, bahkan dibuktikan kebenarannya.

Hasil penelitian tersebut dinilai dapat meresahkan publik, terutama perokok dewasa, karena tidak sesuai dengan tujuan hadirnya produk tembakau alternatif yang berperan mengurangi risiko dari dampak negatif rokok.

 Baca Juga: Pandemi Corona, Pesta Pernikahan di Bogor Dibubarkan Polisi

“Saat ini, terdapat beberapa hasil penelitian yang justru menjustifikasi bahwa rokok elektrik memiliki bahaya yang sama dengan rokok dan menimbulkan dampak negatif. Namun, yang disayangkan adalah pada penelitian-penelitian tersebut terdapat beberapa kekeliruan dari metode-metode yang digunakan. Oleh karena itu semua pihak yang terlibat harus cermat dalam melihat hal ini agar tidak terjadi kesalahpahaman,” kata Ardini saat dihubungi, Senin, 30 Maret 2020.

Menurut Ardini, penelitian yang dilakukan Stanton Glantz mencoba mengkaitkan antara perokok pemula yang bereksperimen dengan mencoba rokok elektrik dengan kemungkinan untuk menjadi perokok tetap.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X