Pikiran Positif Turut Menyehatkan Tubuh Selama Physical Distancing

- 29 Maret 2020, 13:18 WIB
PETUGAS menyemprotkan cairan disinsfektan di salah satu rumah warga di Kampung haruman Sari, Kelurahan Cigending, Kecamtan Ujung Berung, Kota Bandung, Minggu (29/3/2020). Kegiatan tersebut sebagai upaya pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran Virus Corona (Covid-19) di perkampungan warga.* /ARMIN ABDUL JABBAR/PR

Baca Juga: Virus Corona Masih Mengganas, Masa Belajar di Rumah di Cimahi Diperpanjang hingga 14 April 2020

"Makanya saya bilang, berpikir positif itu bagus, karena banyak hal yang bisa kita lakukan selama di rumah," katanya Prof Purnawan.

Menurutnya, seluruh 'start up' telemedis di Indonesia telah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan BNPB untuk membantu masyarakat mendapatkan informasi yang akurat tentang COVID-19.

"Karena saya Ketua Aliansi telemedis Indonesia ikuti saja seluruh 'start up' yang ada karena kita sudah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan juga dengan BNPB," katanya.

Baca Juga: Sempat Heboh karena Plesiran ke Eropa saat Corona, Para Pejabat PDAM Diisolasi dan Jalani Rapid Test

Emeldah seorang Psikolog Klinis dari Ikatan Psikolog Klinis dan juga anggota Halodoc menyebutkan, kecemasan yang dialami oleh masyarakat selama menjalani 'social distancing' atau 'physical distancing' adalah hal yang normal di situasi yang tidak normal seperti saat ini.

Menurut dia, situasi tersebut berdampak pada psikologis masyarakat menimbulkan rasa gelisah, hingga susah tidur dan sulit mengendalikan emosi, sampai suka marah-marah di rumah.

"Sebenarnya dengan gejala ini menurut kami adalah situasi yang normal dan itu adalah respon normal di kondisi yang tidak normal. Sekarang kita kondisi pandemi di seluruh dunia sedang terkena bencana alam jadi otomatis ada ketidakpastian ketakutan itu menimbulkan kecemasan," katanya.***

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X