Corona, Tempat Wisata di Lembang Tutup 14 Hari

- 17 Maret 2020, 19:56 WIB
PETUGAS membersihkan tangan pengunjung dengan hand sanitizer di salah satu tempat wisata di Lembang , di Jalan Kolonel Masturi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Minggu, 16 Maret 2020.* /

PIKIRAN RAKYAT – Upaya pemerintah untuk mengantisipasi penyebaran virus corona didukung oleh pengelola tempat wisata di Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Di antaranya, dengan menutup tempat wisata selama 14 hari ke depan.

Hal itu dilakukan salah satu tempat wisata di Desa Cikole, Kecamatan Lembang, yakni Terminal Wisata Grafika Cikole.

Baca Juga: PT LIB Akan Lanjutkan Liga 1 2020 Setelah Memperhitungkan Hal Ini

Pihak pengelola memutuskan untuk menutup tempat wisatanya selama dua pekan ke depan sejak Senin, 16 Maret 2020.

"Akhirnya kami memutuskan untuk melakukan penutupan selama 2 minggu sebagai antisipasi Covid-19. Dan juga melihat lesunya kondisi kunjungan wisatawan," kata General Manager Grafika Cikole, Sapto Wahyudi, Selasa, 17 Maret 2020.

Menurut dia, merebaknya isu Corona membuat sekitar 7.000 tamu melakukan konfirmasi pembatalan kunjungan untuk seminggu ke depan. Pengunjung tersebut sebelumnya dijadwalkan akan melaksanakan outbond dan istirahat makan siang.

Baca Juga: Diskoria Gandeng Dian Sastrowardoyo untuk Lagu Serenata Jiwa Lara, Nino: Membujuknya Bernyanyi Bukan Hal Mudah

"Estimasinya, itu 1.000 tamu perhari melakukan pembatalan, hanya dari outbond dan yang sudah reservasi untuk makan saja. Belum ditambah yang menginap, mungkin bisa sampai 1.200 tamu," katanya.

Meski demikian, pihaknya masih melayani rombongan yang tetap melanjutkan jadwal kunjungan, namun sebatas melakukan outbond dan makan.

Dari 1.000 tamu yang membatalkan kunjungan, menurut dia, ada1 sampai 2 rombongan yang tidak mungkin cancel, karena mereka datang dari luar kota.

loading...

Baca Juga: Deretan Selebriti yang Buka Galang Dana untuk Virus Corona, dari Rachel Vennya sampai Afgan Syahreza

"Jadi kami tetap layani, tetapi dengan SOP, seperti pengecekan suhu tubuh dan menggunakan hand sanitizer," kata Sapto.

Dia menambahkan, saat ini hanya 30 persen karyawan yang masih bekerja melayani kunjungan tersisa. Sementara sisanya, sudah diberikan cuti selama 2 minggu dengan intervensi.

"Hanya 50 orang dari 180 orang yang masih masuk, karena ada sisa kunjungan. Tapi setelah kunjungan selesai, lalu bersih-bersih, mereka kita pulangkan. Kami intervensi mereka jangan sampai keluar rumah dan keluyuran," ujarnya seraya mengungkapkan, pihaknya kehilangan pendapatan sekitar Rp 1 miliar selama penutupan tersebut. ***

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X