Jumat, 3 April 2020

Curug Sawer Cililin, Air Terjun dari Bandung Barat dengan Nuansa Alam Eksotis

- 26 Februari 2020, 16:05 WIB
CURUG Sawer, Cililin, Kabupaten Bandung Barat.* /SARAH NURUL FATIA/PR

PIKIRAN RAKYAT - Curug Sawer merupakan salah satu wisata air terjun yang berada di Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat.

Curug Sawer sendiri memiliki daya tarik yang unik, yaitu air terjun yang bertingkat.

Keunikan tersebut membuat pengunjung bisa mendapatkan spot-spot foto yang cukup menarik.

Baca Juga: Kepala BNPB Sebut Kerusakan Lingkungan di Hulu Sungai Penyebab Utama Banjir Karawang

Tak hanya untuk berfoto, pengunjung pun dapat berenang di Curug yang dibuka untuk umum pada tahun 1997 tersebut.

Berada di dataran yang tinggi, membuat udara di kawasan Curug Sawer menjadi sejuk dan segar.

Terlebih, hutan pinus dan lebatnya pepohonan di sepanjang jalan menuju Curug Sawer menambah keindahan dan kesejukan wanawisata tersebut.

Baca Juga: 5 Fakta Diktator Mesir Hosni Mubarak, Dianggap Pahlawan hingga Digulingkan Lewat Revolusi Arab Spring

Akses untuk menuju Curug Sawer pun cukup mudah lantaran terletak di pusat keramaian dan tidak jauh dari Alun-Alun Cililin.

Diketahui, Curug Sawer dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Perum Perhutani.

Selain itu, fasilitas-fasilitas yang tersedia di kawasan Curug Sawer dinilai cukup lengkap.

Baca Juga: Harus Puas Bermain Imbang Melawan Barcelona di San Paolo, Pelatih Napoli: Barcelona Berjuang karena Kami Sangat Berhati-hati

Pengelola memberikan tarif masuk yang relatif murah, yaitu sebesar Rp 7.500 per orang, Rp 2.500 untuk kendaraan roda dua dan Rp 5.000 untuk kendaraan roda empat.

Curug Sawer tidak dapat dikunjungi saat matahari terbenam, pengelola hanya memperbolehkan pengunjung datang dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.

Rute dari tempat parkir kendaraan ke tempat Curug Sawer terbilang mudah, karena sudah dilakukan pembangunan jalan.

Baca Juga: Memeras dengan Janji Menjadikan Pegawai Honorer, Seorang Pejabat Pemkab Bandung Barat Didakwa Korupsi

Salah satu pengelola Curug Sawer, Iim Mahfudin (55) menyebut, kunjungan wisatawan Curug Sawer pada 2019 mencapai 6.500 orang, kemudian di 2020 sudah mencapai 685 orang.

Iim juga bercerita terkait awal mula tercetus nama Curug Sawer.

"Ada Mbah Rangkung menikahkan anaknya di curug itu, maka semenjak itu lah disebut Curug Sawer.

loading...

Baca Juga: Pria 62 Tahun Pecahkan Rekor Plank dengan Waktu 8 Jam

"Karena beliau menikahkan anaknya itu disawer dengan saweran, maka dikatakan lah Curug Sawer sampai sekarang," ujar Iim saat dihubungi tim Pikiran-Rakyat.com melalui pesan WhatsApp pada 26 Februari 2020.

Menurut Iim, pengelola Curug Sawer sudah menambahkan fasilitas-fasilitas untuk membuat pengunjung lebih tertarik dan nyaman.

"Ya itu yang saya coba dan sudah dilakukan, dan mungkin insya Allah akan dilakukan.

Baca Juga: Jelang Hadapi Juventus di Babak 16 Besar Liga Champions, Pelatih Lyon: Tidak Ada Rencana Anti-Ronaldo

"Kami menambahkan hammock untuk tambahan sarana, ada juga flying fox, ada kuda tunggang sudah disediakan.

"Itu untuk menambah daya tarik selain alam yang ada," ucap Iim.

Iim juga berharap penataan Curug Sawer bisa lebih baik dan memikat para pengunjung.

"Harapan saya banyak, jadi diharapkan kedepan Curug sawer jadi lebih bagus dalam penataannya.

Baca Juga: Resep Rumahan Kue Sus Isi Vla Lembut yang Menggugah Selera

"Sehingga orang mempunyai daya tarik untuk mengunjungi Curug Sawer," tegas Iim.

Sementara itu, pengelola lainnya, Ujang Supriadi (55) mengatakan, pihaknya sempat merencanakan beberapa program menarik lainnya bersama investor.

Namun hingga kini rencana tersebut masih menjadi harapan saja, lantaran belum juga dikerjakan.

Baca Juga: Amankan 24 Orang Diduga Perusuh di AEON Mall, Polisi: Kita Selidiki

"Ada program-program, seperti bikin kolam renang tapi gagal lagi, gagal lagi.

"Jadi hanya rencana dari investor saja jadinya nggak," ucap Ujang saat ditemui oleh tim Pikiran-Rakyat.com di Curug Sawer pada Selasa 25 Februari 2020.

Ujang berharap, investor dan pihak Perum Perhutani bisa membangun sarana-sarana hiburan lainnya di kawasan Curug Sawer.

"Ya kalau saya maunya ada pembangunan, kalau kaya gini terus ya tetep aja nggak akan maju-maju.

"Pengennya ada taman bermain, ada kolam renang, mainan anak-anak," terang Ujang.***

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X