Senin, 1 Juni 2020

Peningkatan Pengidap Hipertensi Makin Mengkhawatirkan, dr Erwinanto: Kemajuan Zaman Buat Anak Muda Lebih Sering Terpapar Risiko

- 26 Februari 2020, 12:32 WIB
ALAT ukur hipertensi digital.* /PIXABAY

PIKIRAN RAKYAT - Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) memperkirakan, persentase jumlah orang dewasa di Indonesia yang memiliki peningkatan tekanan darah meningkat dari 8% pada 1995 menjadi 32% pada 2008.

Sedangkan, Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2018 memperlihatkan prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 34,1%, yang mengindikasikan adanya peningkatan penyakit kronis ini di Indonesia.

Baca Juga: BRIN Kucurkan Dana Penelitian Perguruan Tinggi Badan Hukum Senilai Rp 514,2 Miliar

Hal itu terungkap saat Media briefing dan talk show di Jalarta, tentang Hasil Penelitian Studi BENEFIT tentang penggunaan obat hipertensi Nebivolol.

Tampil sebagai narasumber Profesor Jinho Shin, Chief of Cardiology, Departemen Penyakit Dalam, Rumah Sakit Hanyang University Seoul, Korea Selatan, penulis pertama penelitian.

Baca Juga: 1 Dokter Italia Terinfeksi, 1.000 Tamu Hotel Bintang Empat Dikarantina Cegah Virus Corona COVID-19 di Spanyol

Reinhard Ehrenberger, Presiden Direktur Menarini Indonesia, dan Dr. Erwinanto, SpJP(K), Anggota Perhimpunan Hipertensi Indonesia (InaSH).

Diketahui, hipertensi merupakan penyebab kematian kelima di Indonesia dan sering disebut sebagai silent killer karena bisa menyebabkan kematian secara tiba-tiba.

Baca Juga: Batuk Saat Konferensi Pers, Wakil Menteri Kesehatan Iran Terinfeksi Virus Corona

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X