Kamis, 9 April 2020

Ahli Sebut Lalat Tentara Hitam Dapat Menjadi Sebuah Protein Baru

- 23 Februari 2020, 20:08 WIB
Dr. Ichsan.* /SARAH N FATIA/PR

PIKIRAN RAKYAT - Acara seminar Waste Warrior Workshop yang diselenggarakan oleh Komunitas Baramoeda Indonesia, memiliki sebuah tujuan agar para anak muda lebih memperhatikan lingkungan sekitar.

Acara yang didukung oleh Yayasan Sahabat Lingkungan Hidup ini berlangsung di Eco Camp, Dago, Bandung pada Minggu 23 Februari 2020.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman resmi Yayasan Sahabat Lingkungan Hidup, Eco Camp merupakan suatu tempat yang menjadi wadah bagi para anak muda untuk mengembangkan aktivitas edukasi, konservasi dan juga riset.

Baca Juga: Persib Makin Percaya Diri Hadapi Liga 1 2020, Robert Alberts Puas dengan Persiapan Tim

Eco Camp juga menjadi sebuah wadah untuk berbagai komunitas atau aktivitas kreatif lainnya yang berbasis pada lingkungan hidup.

Diketahui, Waste Warrior Workshop merupakan sebuah seminar yang memberikan pelatihan mengolah sampah organik menggunakan lalat jenis Black Soldier Fly (BSF) atau lalat tentara hitam.

Baramoeda Indonesia juga turut mengundang empat orang narasumber yang ahli dalam bidang krisis iklim, ekonomi sampah dan juga dalam bidang BSF untuk pengelolaan limbah.

Baca Juga: Israel Berencana Bangun Rel Kereta Tel Aviv-Yerusalem, Pengkritik Sebut Itu akan Rusak Warisan Dunia

Keempat narasumber tersebut antara lain, Dr. Ferry Sutrisna Widjaja, Dr. Ichsan, Dr. Agus Dana Permana dan Ramadhani Eka Putra, Ph.D.

Umumnya, sebagian masyarakat kerap menilai lalat sebagai hama yang dapat menyebabkan penyakit.

Namun, salah satu ahli yang menjadi narasumber di acara seminar tersebut, Dr. Ichsan mengatakan, BSF merupakan jenis lalat yang berbeda dari lalat rumahan.

Baca Juga: Viral Isu Berenang Sekolam Bisa Sebabkan Kehamilan, Hashtag #PecatSittiHikmawatty Trending di Twitter

"Jadi kenapa BSF menarik, BSF ini bukan hama dan itu tidak membawa penyakit. Yang kedua, dia ini tidak menggigit, jadi kami ada kandang-kandang di kantor kami. Kandang lalat kami itu luasnya yang khusus untuk lalat aja sekitar ruangan ini, satu setengah ruangan ini lah," ujar Dr. Ichsan saat ditemui tim Pikiran-Rakyat.com di Eco Camp.

Dr. Ichsan menambahkan, terdapat dua alasan yang menjadikan lalat jenis BSF baik untuk digunakan.

"Yang ketiga, BSF ini dia bisa mengolah sampah organik dengan cepat. Yang keempat, ini juga bisa menjadi sebuah protein baru," tambahnya.

Baca Juga: 3 Cara Membuat Ramuan Minyak Kelapa untuk Menghilangkan Stretch Mark

Tidak hanya fungsi dan jenisnya yang berbeda, Menurut Dr. Ichsan, BSF cenderung memiliki waktu hidup yang lebih sedikit dibandingkan lalat rumah biasa.

"Umurnya hanya sekitar seminggu saat menjadi lalat. Dan satu lalat ini dia tidak makan dan tidak minum. Jadi tugasnya lalat ini dalam waktu seminggu itu hanya bertelur," tegasnya.

Salah satu mahasiswa yang hadir dalam seminar tersebut, Alya (21) menuturkan alasannya mengikuti seminar Waste Warrior Workshop.

Baca Juga: Baramoeda Indonesia Bantu Anak Muda Lebih Cintai Lingkungan hingga Mengolah Sampah Organik Menggunakan Lalat Tentara Hitam

"Pertama aku udah mulai aga concern soal lingkungan, jadi begitu ada workshop ini jadi tertarik. Dan kebetulan sebelum workshop ini tuh aku pernah ikut workshop tentang seorang farmasis dia tuh mengelola si BSF ini gitu. Terus kebetulan ada workshop lagi tentang BSF, jadi pengen tahu lebih dalem juga sih, emang gimana sih itu sebenernya," tutur Alya saat ditemui oleh tim Pikiran-Rakyat.com di Eco Camp.

Alya mengaku, dirinya akan merubah kebiasaan-kebiasaan di kehidupan sehari-harinya setelah mengikuti acara seminar tersebut.

"Terutama lebih hemat yah, terus mungkin tentang hidup aku aja tuh kan biasanya suka terburu-buru, apa-apa tuh buru-buru. Terus dengan culture yang diterapin di sini tuh, aku kaya jadi oh iya harus lebih tenang, lebih rileks ngelakuin sesuatu. Terus iya kebiasaan-kebiasaan yang makan harus habis kan, makan kadang suka ada sisa-sisa yang nggak pernah habis," terang Alya.***


Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X