Jumat, 21 Februari 2020

Kalangan Milenial Dibayang-bayangi Nyeri Punggung, Pinggang hingga Leher

- 15 Februari 2020, 15:55 WIB
Uji coba alat terapi. /NOVIANTI NURULLIAH/PR

PIKIRAN RAKYAT - Milenial yang identik dengan gawai dalam kesehariannya perlu mewaspadai dengan sakit atau nyeri punggung, pinggang, leher dan bahu. Nyeri tersebut tak ayal berasal dari kebiasaan milenial yang bekerja di depan komputer maupun nongkrong di kafe dengan laptop serta bermain games di gawai hingga mengecek media sosial di telefon pintar. 

Sakit yang dianggap sepele tersebut ternyata jika dibiarkan akan menyebabkan kasus nyeri semakin parah sehingga harus dioperasi. Bahkan, nyeri tersebut bisa menyebabkan disabilitas bahkan disabilitas tubuh. 

Direktur Klinik Halmahera Medika Hang Dimas Susanto mengatakan, dalam setahun setidaknya 20 persen dari ratusan pasien yang mengeluhkan sakit punggung dan pinggang harus menjalankan proses operasi. Selebihnya mereka melakukan terapi rutin. Sementara untuk yang mengeluhkan sakit leher hingga bahu perbulannya bisa mencapai puluhan pasien rawat jalan. 

Baca Juga: Kementan Terbitkan Rekomendasi Impor Bawang Putih, Total Volume Mencapai 103.000 Ton

"Mereka tanpa sadar melakukan kebiasaan tersebut sehingga tiga sampai lima tahun kemudian mulai merasakan dampaknya nyeri pada punggung hingga pinggang kan kalau di kafe misalnya main laptop, posisi kursi kadang lebih tinggi ketimbang meja sehingga kita itu bakal membungkuk, kemudian main gadget itu otomatis menunduk," ujar Dimas pada peresmian Gedung DBC (Documentation Based Care) di Jalan Halmahera, Kota Bandung, Sabtu 15 Februari 2020. 

Dimas pun menyarankan penggunaan gawai untuk melakukan posisi duduk yang benar dengan tegak lurus tidak membungkuk. 

"Memang akan cangkeul (pegal) tapi itu adalah isyarat bahwa kita harus berdiri atau jalan-jalan sebentar jangan terlalu lama duduk," Kata dia. 

Baca Juga: Jose Mourinho Mencium Kesempatan Besar untuk Tottenham Hotspur Duduk di Peringkat 4 Besar

Hal itu, lanjut dia, sebagai upaya untuk meminimalisir rasa nyeri dan jangan sampai rasa nyeri tersebut semakin parah. Bahkan jika harus dioperasi, hal itu merupakan hal yang paling dihindari pasien karena kebanyakan tidak mau, selain itu pasti ada biaya yang tidak murah untuk biaya operasi tersebut. 

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X