Jumat, 13 Desember 2019

Variasi Menu Sampai Kematangan Konsep, Andalan Kedai Kopi agar Bertahan Lama

- 18 November 2019, 23:43 WIB
SUASANA kedai Kopi Yor Cimahi, di Jalan Raya Barat, Kota Cimahi.*/GITA PRATIWI/PR

KEDAI kopi kian menjamur dari waktu ke waktu di Bandung dan sekitarnya. Saking banyaknya, kita dapat menjumpai kafe dalam radius puluhan meter sekali pun.
Namun untuk bertahan dan berkembang, kedai kopi harus menghadirkan perbedaan. Jika dicermati, setiap kafe umumnya menghadirkan vietnam drip, v60, espresso, machiato, atau cappucino. 

Salah satu kedai dengan keunikan penyajian kopinya, Kopi Yor, kini bahkan sudah memiliki 100 outlet cabang resmi di Indonesia. Kedai ini hadir di Kota Cimahi, dengan konsep yang seragam, serta menghadirkan ragam menu variatif. Seperti ragam sajian minuman nonkopi, juga kopi khas dengan buliran kelapa.

"Khasnya, ya seperti namanya. Kopi pakai kopyor. Jadi resepnya itu es kopi susu, pakai santan, dan buliran kelapa muda. Rasanya bisa dibilang lucu, baru, dan tidak dimiliki tempat lain," kata Devy Wira, pemilik Kopi Yor Cimahi, di sela pembukaan kedai, Sabtu, 16 November 2019.

Variasi minuman disediakan dalam gelas plastik bersegel untuk dibawa pulang, meski tempat untuk bersantap disediakan. Terbagi dalam dua lantai, area merokok dan tidak merokok.

Menu-menu kopi hadir dengan nama unik seperti kop sus bob, es kopi awa, es kopi sus, dan es kopi kat. Sementara nonkopi terdiri dari es coklat, manja bob, regalo bob, dan rabbit bob.

"Kan tidak semua yang datang suka minum kopi. Jadi kita hadirkan juga menu susu, dan ikut tren juga dengan variasi boba," ujar Devy.

Bagi Uci Iskandar, pemilik Spesies Coffee, kematangan konsep juga dibutuhkan bagi pendirian kedai kopi. Ia dan rekannya sejak 2016 memulai niat mengoperasikan kedai kopi. Perlahan hingga kini, ia pun telah mengelola tiga cabang Spesies.

Ketiganya berdiri di bagian timur Kota Bandung. Antara lain di Gang Kujang, Cipadung, Cibiru; Jalan Pertamina Blok M; serta Jalan Soekarno Hatta, Cisaranten.

Di cabang Gang Kujang, kematangan konsep terlihat dari dekorasi warung kopi, yang sekilas tampak dibuat iseng. Sebuah bangunan kayu semi permanen berfungsi sebagai dapur, sementara pelanggan minum dan bersantap di area outdoor. Hiasan berupa untaian bendera mantra ala Nepal terbentang dari pohon ke pohon yang terdapat di area kafe.


Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Tags

Komentar

Terkini

X