7 Tempat Makan di Jalan Progo Bandung, Sajikan Aneka Dessert Sampai Masakan Berbagai Negara

- 9 November 2019, 04:41 WIB
SUASANA Jalan Progo, Kota Bandung.*/DEDEN IMAN

Secara umum, kuliner Timur Tengah di sini, memiliki rasa yang kuat dari penggunaan rempah-rempah khas Medi­terania. Sebagian menu yang ditawarkan menggunakan daging kam­bing sebagai bahan utama.

Misalnya shorbat magadim, semacam sup yang menggunakan daging kambing bagian lutut. Lalu sambusak djubna tak beda jauh dengan lumpia. Jika isian lumpia adalah sayuran, maka sambosak biasanya daging kambing. Khusus untuk sambusak djubna yang kami pesan isiannya adalah keju mozarella yang jika disantap selagi hangat masih terdapat lelehan kejunya.

Lalu ada madhbi with bread serta kabsa laham. Keduanya menggunakan daging kambing bagian punggung. Madhbi adalah daging kambing yang dipanggang bersama madu dan ditaburi merica hitam. Saat disajikan, madhbi bisa disantap dengan roti canai (semacam tortilla) dan dicelup dengan saus wijen yang dikenal dengan nama tahini.

Sebagai penutup, kami memilih maryam bread with curry dan oum ali. Menu maryam bread atau roti maryam sudah tak asing di Bandung. Roti ini tak beda jauh dengan kulit lumpia, tortilla, atau roti canai. Masyarakat Timur Tengah rupanya tergila-gila pada rempah sehingga pada makanan penutup pun, kuah kari yang dipilih. Rasa agak berbeda datang dari oum ali. Menu ini layaknya puding susu dengan puff pastry dan topping buah-buahan.

Tak lengkap jika tak mencicipi minuman khas Timur Tengah. Kami memesan ghawa turki dan shay adane untuk menutup pe­tualangan kuliner mediterania kali ini. Ghawa turki benar-benar kopi dengan cita rasa timur tengah yang kuat. Begitu pula shay adane yang tak lain adalah teh susu yang diberi racikan rempah-rempah seperti cloves dan kayu manis. Baik gha­­wa turki dan shay adane mengguna­kan cardamoms sebagai penguat rasa spesialnya.

3. Ngorea Bistro

Korea Selatan punya sajian kue dari beras yang sangat banyak jumlahnya. Bahkan, jumlahnya bisa mencapai lebih dari 300 varian tteok alias kue dari beras. Namun, ada tujuh yang paling populer hingga ke mancanegara, yakni tteokbokki, gyeongdan, songpyeon, sirutteok, injeolmi, hwajeon, dan bukkumi.

loading...

Seiring dengan semakin populernya kebudayaan Korea di Indonesia, diikuti dengan menjamurnya tempat makan yang menyediakan hidangan asli negeri ginseng tersebut. Selain makanan berat, juga jajanannya. Salah satu kue beras yang banyak dijual adalah tteokbokki.

Makanan itu terbuat dari tepung beras kukus yang ditumbuk hingga kenyal serta dibentuk seperti batang. Orang Korea Selatan menyebutnya garaetteok, bentuknya silinder dan kenyal. Untuk membuat dukbokki, garaetteok biasa dipotong serupa silinder pendek 5 cm atau melintang, lalu direbus bersama pasta cabai, sayuran (daun bawang, wortel dan sawi), telur, dan mi. Penganan berwarna merah itu cocok dinikmati panas-panas saat udara mulai dingin.

Di Ngorea Bistro, Jalan Progo, Kota bandung, ada saus lain yang bisa dipilih untuk menikmati kue beras dari Korea. Menunya adalah carbonara tteokbokki. Potongan tteokbokki yang kenyal dan gurih berpadu dengan saus carbonara gurih. Dilengkapi dengan cincang daging sapi dan jamur, serasa tengah mema­dukan hidangan pasta Italia dengan kue beras dari Korea.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X