Minggu, 26 Januari 2020

Milangkala Ke-7 Kabupaten Pangandaran, Seni Tradisional Jadi Penampil Istimewa Napak Jagat Pasundan

- 4 November 2019, 23:14 WIB
Sejumlah atraksi kesenian tradisional menjadi penampil istimewa dalam konsep perayaan meriah, pada Napak Jagat Pasundan Pangandaran, di boulevard Pantai Pangandaran, Minggu, 3 November 2019. Ruang seni tradisional dipilih untuk mengisi panggung utama NJP pada Milangkala Ke-7 Kabupaten Pangandaran.*/MUHAMMAD FIKRY MAULUDI/PR

RUANG seni tradisional dipilih untuk mengisi panggung utama pada Milangkala Ke-7 Kabupaten Pangandaran. Sejumlah kesenian, termasuk seni tradisional buhun yang selama ini tertidur diangkat menjadi penampil istimewa dalam konsep perayaan meriah, di boulevard Pantai Pangandaran, Minggu, 3 November 2019.

Acara milangkala ini berkonsep karnaval. Peserta pawai yang didukung 10 kecamatan serta rombongan daerah lain di Jawa Barat melakukan parade di jalan utama Pantai Pangandaran. Dari tribun kehormatan, mereka diarahkan menuju panggung Napak Jagat Pasundan, yang dibangun Coklat Kita.

Panggung megah NJP ini menjadi acara puncak Milangkala Ke-7 Kabupaten Pangandaran. Panggung NJP dinilai senafas dengan misi perayaan Ulang Tahun Kabupaten Pangandaran yang menyokong penuh keberadaan seni dan budaya tradisional.

Area NJP yang berkonsep festival ini memberi banyak ruang bagi banyak talenta budaya dari sanggar dan paguron Kabupaten Pangandaran, selain bintang tamu istimewa. Rangkaian acara diisi potensi seni lokal seperti Lingkung Seni Jembar Mustika yang menampilkan kesenian Lebon, Celempung dan Kecapi biola dari Padepokan Dangiang Mustika Sari, serta Sanggar Angklung Mang Koko.

Ada lagi Sanggar Agia dan Sanggar Putra Rengganis yang menampilkan tarian etnik kolaborasi, Sanggar Ligar Munggaran dengan penampilan Eog dan Gondang, Padepokan seni Jenggala Manik yang memainkan Kecapi Rajah Tunggal, serta keahlian dari Kendangers Pangandaran.

Di samping seniman lokal, NJP Pangandaran juga mementaskan Ega Roboth Ethnic Percussion, Jimbot and Friend, Dodi Kiwari, Calung NJP yang berkolaborasi dengan Ohang, serta Abiel Jatnika. NJP yang dimulai sore itu diawali dengan Tari Kreasi dari Ega Roboot Ethnic Percussion di floor area, dan seni Lebon dari Lingkung Seni Jembar Mustika.

Menutup sore, Sanggar Dangiang Mustika Sari membuat pengunjung terkagum dengan permainan apik celempung dan kecapi biolanya. Pasangan MC Prima dan Riva menghidupkan suasana dengan interaksi bersama penonton, yang sesekali menggoda lewat canda.

Malam hari, NJP dilanjut dengan pementasan interaktif dari kolaborasi Kecapi Rajah Tunggal dengan Eog dan Gondang dari Padepokan Seni Jenggala Manik, dan Sanggar Ligar Munggaran di area mini stage NJP.

Setelah itu, panggung utama kembali ramai dengan musik pembuka dari Ega Robot Ethnic Percussion, narasi puisi dari Dodi Kiwari, dan tari etnik kolaborasi Sanggar Algia dan Sanggar Putra Rengganis. Di tengah waktu utama, muncul penampilan angklung Benjang Batok dari Sanggar Mang Koko. Aksi angklung setinggi 5 meter menjadi perhatian warga lokal hingga wisatawan mancanegara yang memadati lapangan.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X