Minggu, 8 Desember 2019

Brand Lokal Premium dalam Industri Fashion Terus Bertumbuh

- 30 Oktober 2019, 15:58 WIB
SEBANYAK 12 brand lokal premium menggelar karyanya dalam gelaran Trunk Show “Swing by for Style” di The Pop Up Bandung, Jalan Sukajadi No. 199 Kota Bandung, Sabtu, 26 Oktober 2019. The Pop Up Bandung yang merupakan concept store ingin menjadi wadah supaya brand lokal premium lebih mudah ditemui dan menjangkau pasar yang lebih luas.*/VEBERTINA MANIHURUK/PR

BRAND lokal selalu bisa menunjukkan eksistensinya meski merek fashion internasional menggempur pasar Indonesia. Para pelaku industri kreatif di bidang fashion pun menciptakan kreasi yang tetap mengikuti tren dan menjaga kualitasnya supaya tetap bisa diterima pecinta fashion.

Beberapa brand lokal premium yang mempertahankan kualitas dan desainnya menggelar karyanya dalam gelaran Trunk Show “Swing by for Style” di The Pop Up Bandung, Jalan Sukajadi No. 199 Kota Bandung, Sabtu, 26 Oktober 2019, petang. Ada 12 brand lokal yang menunjukkan kreasi terbarunya, yang seluruhnya merupakan tenant di The Pop Up Bandung.

Ada sepuluh produk busana yaitu Kalm Studio, Shoptherapee, Third Day, White Collar Concept, Lima The Label, Oxford Society, Posh.Inc, Siss Pretaporter, Hannah Atelier, dan Maven. Sementara, dua brand lokal sepatu yang ikut dalam trunk show itu adalah Gazelle dan Soletopia.

Gaya desain fashion pada trunk show itu seluruhnya adalah busana ready to wear yang simpel dan modern. Desain dengan basic cutting mendominasi sehingga busana itu bisa digunakan dalam situasi yang kasual maupun semiformal.

Sapuan warna yang tampak sangat beragam, meski kebanyakan adalah warna natural atau monokrom. Warna yang paling banyak mendominasi adalah nuansa cokelat, abu-abu, ataupun beige.

Menurut Anita Suryadinata, salah seorang pemilik The Pop Up Bandung, brand lokal yang premium tidaklah kalah dengan brand impor, baik dari segi gaya maupun kualitas. Brand lokal premium tetap mengikuti tren fashion dunia meski tetap memiliki ciri khasnya sendiri.

Dikatakannya, di Bandung sendiri, brand lokal itu terus bermunculan. Sebanyak 80 persen tenant di sana pun merupakan entrepreneur asal Bandung.

“Sejak dulu di Bandung banyak brand lokal. Sekarang, semakin banyak yang baru dan pertumbuhannya cepat. Saya yakin tahun-tahun ke depan akan semakin banyak,” katanya sambil menyatakan bahwa ia tidak pernah lagi membeli produk luar karena menyukai brand lokal premium.


Halaman:

Editor: Vebertina Manihuruk

Tags

Komentar

Terkini

X