Minggu, 8 Desember 2019

Putra-Putri Batik Nusantara 2019 Diikuti 28 Finalis

- 29 Oktober 2019, 18:52 WIB
AJANG pemilihan Putra-Putri Batik Nusantara 2019 menitikberatkan pada kualitas bukan kuantitas.*/ISTIMEWA

JAKARTA, (PR).- Untuk kesembilan kalinya Ikatan Pencinta Batik Nusantara (IPBN) dan Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif RI kembali menyelenggarakan Pemilihan Putra Putri Batik Nusantara. 

Diakui Sapta Nirwandar selalu penggagas ajang bergengsi ini, pemilihan Putra -Putri Batik ini kualitas pesertanya terus meningkat. Meski baru diikuti 14 Provinsi dari 34 Provinsi yang ada di Indonesia.
        
"Pemilihan Putra-Putri Batik Nusantara ini memang baru diikuti 14 Provinsi, secara kualitas dan kesiapan peserta seperti itu. Jadi kami tidak memaksakan harus diikuti 34 provinsi seperti ajang lain," ujar Sapta Nirwandar saat jumpa pers di Galeri Indonesia Kaya Senin 28 Oktober 2019.
        
Pada gelaran pemilihan Putra Putri Batik Nusantara 2019 panitia mengusung tema Mantra Dewata. Tema ini dipilih dalam rangka terus melestarikan batik Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO sebagai Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity dari Indonesia sejak tahun 2009. 

Diharapkan pemilihan Putra Putri Batik Nusantara 2019 menjadi wahana regenerasi yang efektif untuk menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan pada warisan budaya nusantara di kalangan generasi muda sekaligus untuk meningkatkan industri batik di tanah air. Ujungnya mampu menjadi produk kreatif yang benar-benar memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional. 
        
"Alhamdulilah tujuan ajang tercapai dengan meningkatnya anak-anak milenial mencintai batik. Terbukti dari pameran batik di Kota Kasablanka kemarin ada pesanan dari Prancis," ujar Sapta Nirwandar.
     
Sementara dari gelaran penyisihan Pemilihan Putra-Putri Batik 2019 dari ratusan peserta yang mengikuti ajang ini panitia telah menetapkan 28 finalis yang bakal diadu pada malam Grand Final yang bakal di gelar 2 November 2019 di Balairung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta.***



Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X