Minggu, 26 Januari 2020

Sandiwara Tradisional, Nasibmu Kini

- 16 Oktober 2019, 05:13 WIB
ADEGAN pergelaran sandiwara tradisional Masres Eblek Grup dari Desa, Mekarsari, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, di Gedung Kesenian Rumentang Siang, Jalan Baranang Siang Kosambi Bandung, Selasa 15 Oktober 2019.*/RETNO HERIYANTO/PR

Masih bertahanya kesenian teater tradisional Masres hingga saat ini, menurut Iwan, dikarenakan masyarakat masih menggemarinya. Masyarakat bisa bertahan hingga semalam suntuk seperti menyaksikan pegelaran wayang kulit atau wayang golek bila menyaksikan pegelaran Masres dengan lakon mistik atau sejarah masa lalu yang dibumbui bodoran atau lawakan serta lagu-lagu khas Panturaan.

Seperti yang dipertunjukan Eblek Grup dari Desa, Mekarsari, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, dengan cerita Riwayat Ratu Arisbaya Menyerahkan Tanah Sindang Kasih. Secara bahasa dan cerita yang disadur dari Babad Caruban (Cirebon), penonton yang sebagian besar siswa siswi SMU sekitar kawasan Kosambi Bandung kurang memahami, tapi karena gerak lakon dan bahasa yang ditampilkan dirasakan aneh, pertunjukan yang hampir 2 jam mampu memberikan hiburan.

Riwayat Ratu Arisbaya Menyerahkan Tanah Sindang Kasih menceritakan tentang Prabu Geusan Ulun yang membawa lari Ratu Aris Baya, istri muda Sultan Panembahan Ratu dari Kasultanan Cirebon. Tidak ingin terjadi peperangan atas kesalahan Prabu Geusan Ulun, anaknya, Prabu Kusumah Dinata menggantikan Ratu Aris Baya memberikan sebagaian wilayah Kasultanan Sumedang di Sindang Kasih ke Cirebon.***

Halaman:

Editor: Endah Asih

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X