Lendir Perkuat Kekebalan Tubuh

- 15 Oktober 2019, 22:16 WIB
ILUSTRASI.*/CANVA

HAMPIR seluruh organ tubuh manusia dilapisi oleh selaput lendir. Dalam sehari, tubuh manusia dapat memproduksi sekitar satu liter lendir untuk melapisi saluran dan sistem organ manusia. Meskipun menjijikkan, lendir ternyata mengandung berbagai manfaat.

Sebuah penelitian dalam jurnal Nature Microbiology menunjukkan bahwa salah satu manfaat lendir adalah kandungan gulanya yang dapat melawan bakteri berbahaya dalam tubuh.

Selama lebih dari satu dekade, ahli biofisika Katharina Ribbeck dari Massachusetts Institute of Technology meneliti proses biokimia pada lendir. "Saya tertarik menelitinya karena sebagian besar organ kita mengandung banyak lendir," kata Ribbeck. Lendir melapisi saluran kerongkongan, melindungi perut, mempercepat gerakan sperma, dan melindungi hidung.

Ribbeck dan rekannya meneliti suatu senyawa dalam lendir yang disebut dengan mucin. Mucin memiliki rantai molekul panjang dan mengandung banyak senyawa gula. Molekul ini terlihat seperti tanaman sikat botol (bottlebrush) yang ditempeli gula di setiap helainya.

"Bukan hanya masyarakat umum yang menganggap lendir itu menjijikkan, di dunia kedokteran pun sama," ujar Gunnar C. Hansson, yang mempelajari senyawa mucin di Unversity of Gothenburg di Swedia. "Lendir ini sangat kompleks untuk dipelajari. Topik penelitian tentang keduanya tidak banyak diangkat dalam penelitian biomedis."

Lendir sering kali diibaratkan sebagai suatu saringan yang dapat menangkap dan membunuh mikroba, nyatanya gambaran ini kurang tepat. “Kami memasukkan mikroba ke dalam lendir, ternyata mikroba tidak terjebak sama sekali,” ungkap Ribbeck.

Bakteri justru bergerak bebas seperti plankton dalam gumpalan lendir. Akan tetapi, lendir dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh. Bakteri yang bergerak bebas tanpa membentuk koloni dapat ditembus oleh sel-sel imun dalam tubuh manusia.

Tidak semua bakteri perlu dibasmi. Faktanya, jumlah bakteri berbahaya itu sangat sedikit. "Sekitar triliunan mikroba tumbuh di luar dan di dalam tubuh manusia," kata Ribbeck.

Misalnya, mikroorganisme dalam lendir saluran pencernaan membantu proses pengolahan makanan. "Manusia menyediakan rumah bagi mikroba. Sebagai imbalannya, mereka membantu berbagai proses penting dalam tubuh," jelas Ribbeck, dikutip dari Washington Post. Ia berhipotesis bahwa lendir dapat menjinakkan kuman menjadi mikroba yang bermanfaat.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X