Jumat, 13 Desember 2019

Lulusan IFI Sampaikan Pesan Perbedaan Menjadi Harmoni

- 8 Oktober 2019, 11:06 WIB
BUSANA karya lulusan IFI mengemas perbedaan menjadi harmoni.*/ISTIMEWA

BANDUNG, (PR).- Pada dasarnya setiap manusia itu berbeda. Kehidupan ini pun diciptakan Allah Swt sebagai Sang Maha Kuasa, semuanya dalam perbedaan. Dengan perbedaan inilah, justru umat manusia dan kehidupannya dapat menjalin harmoni yang indah.

Itulah pesan yang ingin disampaikan oleh sebanyak 12 siswa lulusan Islamic Fashion Institute (IFI) pada Graduation Batch-6 atau Haflatu at Takhorruj Batch 6 dengan Tema "I Diafora" dalam bahasa Yunani yang berarti perbedaan. Karya rancang tersebut dipamerkan kepada media pada acara “Ngopi Bareng IFI Bersama Media”, di Kampus IFI, Click Square, Jln. Naripan Bandung, pekan kemarin.

Manajer IFI Hani Haerani mengatakan, Graduate Batch 6 ini akan diselenggarakan pada ajang JFW 2020 sejalan dengan misi dan tujuan IFI untuk melahirkan lulusan-lulusan yang bertaraf internasional dan dapat go internasional. “JFW itu sudah menjadi event mode internasional yang ditunggu para pecinta mode dunia, IFI mencoba menghadirkan karya-karya lulusannya di ajang tersebut dengan harapan, para graduaters IFI dapat langsung go internasional,” ujarnya.

Kedua belas sisi para graduaters IFI tersebut adalah Ayu Riyani, Syafira Febriyanti,Siti Salma, Fikria, Thiffa Qaisty, Rahma Ika Putri, Anisah Dhiya, Temmi Wahyuni, Siti Rodiyah, Tia, Hidayat, Afra Syahra, Lala Hanafi, dan Siti Nurzanah. 

Hasil karya rancang 12 lulusan tersebut bukan hanya berlandaskan pada kaidah-kaidah busana muslim sesuai aturan Alquran dan hadist, tetapi juga mengusung keberagamaan dalam perbedaan. Perbedaan dalam desain, bahan yang digunakan, motif, warna, sampai detail yang dimunculkan. 

Untuk bahan, misalnya, beberapa lulusan menggunakan berbagai jenis kain tradisional yang menjadi kekayaan Nusantara. Contohnya rancangan yang menggunakan kain Lurik Buton dari Sulawesi. Semua rancangan yang berbeda ini mengusung pesan yang sama, yakni harmoni.

“Kita memang menyarankan semua siswa untuk punya perhatian terhadap kain tradisional Indonesia, sebab itu merupakan kekayaan bangsa yang luar biasa,” demikian Irna Mutiara, salah satu founder IFI.***



Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X