Kamis, 12 Desember 2019

Spider Women Asal Indonesia Ternyata Anak Seorang TKW

- 19 September 2019, 16:12 WIB
ARIES Susanti Rahayu.*/ISTIMEWA

JAKARTA, (PR).- Aries Susanti Rahayu kini dikenal sebagai spider women asal Indonesia. Namanya jadi perbincangan khalayak ramai ketika pada Mei 2018, mengalahkan Elena Timofeeva dalam kejuaraan panjat tebing tingkat dunia IFSC World Cup 2018 di Chongqing, Tiongkok dengan catatan waktu 7,51 detik.

Namun catatat waktu Aries untuk kejuaraan panjat dinding nomor speed kini sudah tembus 6,9 detik. Aries pun menjadi idola ketika tampil di Asian Games Jakarta-Palembang tahun 2018 lalu. Aksi Aries yang cemerlang diganjar dengan dua medali emas.

Kisah sukses Aries ternyata dilirik oleh Lola Amaria. Gadis asal Grobogan itu ditawari main film, yang menceritakan perjalanan hidupnya. Aries pun tak menyangka jika peran utama di film itu langsung dipercayakan kepada dirinya. Film yang akan tayang 28 September itu mengambil judul rekor yang dipegang Aries saat ini, "6,9 Detik".

"Kisah hidup Aries Susanti Rahayu yang meriah 2 Medali Emas Asian Games Jakarta-Palembang 2018 lalu dan Juara dunia panjat tebing sangat inspiratif. Ini yang mendasari saya mau membuatkan filmnya," ujar sutradar muda, Lola Amaria, usai nonton bareng film "6,9 Detik" di Epicentrum Kuningan Jakarta Selatan Rabu 18 September 2019.

Hal senada juga diakui Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia, Eko Putro Sandjoyo. "Kisahnya sangat inspiratif dan layak untuk disaksikan anak muda dari kalangan kurang mampu tapi punya semangat tinggi untuk mencapai prestasi dunia. Dan Aries Susanti Rahayu membuktikan itu, meski anak desa dengan keadaan orangtua yang sederhana tapi bisa meraih prestasi dunia," ujar Menteri Eko Putro Sandjoyo saat diminta komentar soal film yang dibintang utamai oleh Ariyo Wahab, Aries Susanti Rahayu dll usai nonton di bioskop XXI Epicentrum Kuningan Jakarta Selatan.

Untuk diketahui, 6,9 Detik merupakan rekor standar internasional yang harus dipecahkan oleh para atlet pemanjat tebing bila ingin menjadi juara dalam cabang olah raga tersebut.

Sementara Aries merasa bahadia jika apa yang diperjuangkannya selama ini bisa memberikan inspirasi ke generasi muda. Aries pun mengingatkan, dalam setiap perjuangan, jauhkanlah rasa putus asa. Semangat terus untuk mewujudkan cita-cita.

"Nggak sangka kisah saya jadi film, dan hal ini membuat saya teringat masa perjuangan dulu. Ini yang membuat saya menangis, apalagi bapak dan ibu saya ikut nonton film 6,9 Detik ini. Kedatangan kedua orangtua saya benar-benar kejutan," ujar Aries sambil mencium sang ibu.


Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X