Minggu, 19 Januari 2020

Stres Selama Hamil Membuat Ibu Lahirkan Anak dengan Gangguan Jiwa

- 9 September 2019, 09:42 WIB
ILUSTRASI stres saat hamil.*/BBC

HELSINKI, (PR).- Sebuah penelitian menemukan bahwa para ibu yang mengalami stres pada masa kehamilan dapat berdampak buruk pada janin yang dikandung. Anak akan berisiko sepuluh kali lebih mudah terkena gangguan kepribadian saat mereka menginjak usia 30 tahun.

Seperti dilansir BBC yang mengutip hasil kajian di Finlandia itu, stres ringan yang berkepanjang bisa berdampak pada perkembangan anak dalam kandungan dan akan terus terjadi setelah masa kelahiran.

Dalam penelitian tersebut, lebih dari 3.600 wanita hamil di Finlandia ditanya mengenai tingkat stres yang mereka alami, dan memantau perkembangan anak mereka setelahnya.

Faktor-faktor lain seperti bagaimana anak dibesarkan, keadaan ekonomi keluarga, dan trauma yang dialami saat kecil, berkontribusi dan berperan penting dalam perkembangan gangguan kepribadian.

Gangguan kepribadian merujuk pada aspek tertentu dalam kepribadian seseorang yang membuat hidup mereka menjadi sulit, baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Psikiatris menyarankan para calon ibu untuk memiliki akses terhadap bantuan kesehatan mental.

Penderita biasanya merasakan kecemasan berlebih, emosi yang tidak stabil, merasa paranoid, antisosial, dan banyak lagi. 

Gangguan kepribadian

Gangguan kepribadian diperkirakan dialami oleh satu dari 20 orang di dunia. Mereka cenderung memiliki gangguan mental lainnya, seperti depresi atau pecandu narkoba, serta minuman beralkohol.

Seperti gangguan mental lainnya, faktor seperti pola pengasuhan, gangguan otak, dan gen, dapat berperan besar dalam perkembangan anak.

Sebuah penelitian yang dipublikasi dalam British Journal of Psychiatry meminta para wanita hamil untuk menjawab pertanyaan tentang tingkat stres mereka di setiap bulan masa kehamilan.

Halaman:

Editor: Endah Asih

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X