Selasa, 7 April 2020

Minuman Bersoda Percepat Kematian Dini

- 4 September 2019, 19:56 WIB
ILUSTRASI minuman bersoda.*/ANTARA

LONDON, (PR).- Para peneliti menemukan fakta bahwa orang yang sering mengonsumsi minuman ringan memiliki risiko kematian dini lebih tinggi, termasuk kecenderungan dalam mengonsumsi minuman yang mengandung pemanis alami dan buatan.

Seperti dilaporkan The Guardian, Rabu 4 September 2019, meskipun penelitian belum dapat membuktikan bahwa minuman ringan adalah satu-satunya pemicu meningkatnya risiko kematian, para peneliti berargumen bahwa penelitian terbesar dalam bidangnya ini, turut serta mendukung upaya kesehatan masyarakat dalam mengurangi konsumsi minuman ringan. Upaya ini direalisasikan dengan adanya kebijakan pajak minuman manis di Britania Raya.

“Hasil penelitian kami mendukung adanya pembatasan konsumsi minuman ringan dengan pemanis dan menggantikkannya dengan minuman yang lebih sehat, seperti air misalnya,” kata Dr Neil Murphy, penulis penelitian dari the International Agency for Research on Cancer, yang juga bagian dari World Health Organisation.

Murphy mengatakan penelitian lebih lanjut mengenai dampak pemanis buatan pada kesehatan perlu dilakukan.

“Ini merupakan penelitian terbesar ketiga yang diterbitkan tahun ini. Penelitian ini melaporkan adanya hubungan positif antara minuman ringan pemanis buatan dengan semua penyebab kematian,” ujarnya dikutip The Guardian.

Gangguan kesehatan

Ditulis dalam jurnal Jama Internal Medicine, Murphy dan rekan-rekannya melaporkan bagaimana mereka menganalisis data lebih dari 450.000 orang. Sebanyak 70% di antaranya adalah wanita yang berasal dari 10 negara Eropa termasuk Inggris. Usia rata-rata para partisipan adalah lebih dari 50 tahun. Sementara itu, partisipan yang sedari awal memiliki gangguan kesehatan seperti kanker, penyakit jantung atau diabetes tidak dimasukkan dalam analisis.

Individu yang berpartisipasi antara tahun 1992 dan 2000 ditindaklanjuti selama rata-rata 16 tahun dan selama jangka waktu tersebut tercatat lebih dari 41.600 kematian terjadi.

Ketika para partisipan ikut serta dalam penelitian ini, mereka ditanyai sejumlah pertanyaan mengenai aspek gaya hidup mereka seperti olah raga, merokok dan berat badan serta asupan makanan dan nutrisi, termasuk konsumsi rata-rata minuman seperti minuman bersoda, minuman squash, dan minuman energi. Sementara itu, konsumsi jus buah tidak termasuk.

Hasil penelitian menunjukkan 9,3% dari mereka yang minum kurang dari satu gelas dalam sebulan meninggal selama penelitian, dibandingkan dengan 11,5% dari mereka yang minum dua gelas atau lebih 250ml dalam sehari.

Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X