Rabu, 22 Januari 2020

Kurang Tidur Mudah Terkena Stroke

- 22 Agustus 2019, 08:53 WIB
ILUSTRASI mengelola tidur.*/CANVA

Menulis dalam jurnal Circulation, para peneliti dari Inggris dan Swedia melaporkan bagaimana mereka memanfaatkan pendekatan ini dengan memanfaatkan informasi kesehatan dan genetik dalam berbagai basis data dengan skala besar.

Untuk setiap kondisi kardiovaskular, data dari ratusan ribu orang diperiksa, untuk penyelidikan gagal jantung, tim menggunakan data dari hampir 400.000 orang dalam studi Biobank di Inggris.

Markus mengatakan bahwa masih belum jelas apakah mengurangi insomnia akan meningkatkan kesehatan jantung, dia mengatakan ada intervensi yang dapat membantu mereka yang kesulitan tidur, seperti terapi perilaku kognitif.

Mengelola tidur

Namun, studi terbaru memiliki keterbatasan dimana studi ini hanya melihat kecenderungan genetik untuk insomnia, bukanya seberapa banyak jumlah tidur dikelola per malam, dan sebagian besar data didasarkan dari keturunan Eropa.

Michael Holmes, dari University of Oxford,  ahli dalam menggunakan genetika untuk mengetahui risiko penyakit, mengatakan bahwa tidak jelas apakah kurang tidur akibat varian genetik meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, atau apakah keterkaitannya menuju pada varian genetik yang memicu efek lain.

Prof Jeremy Pearson, direktur medis asosiasi di British Heart Foundation berkata “Orang yang menderita insomnia atau gangguan tidur sering kali berisiko lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner (penyebab utama serangan jantung).  Akan tetapi, sulit untuk mengetahui apakah ada hubungan langsung atau apakah ini karena perilaku lain yang umum di antara orang-orang yang kesulitan tidur, seperti diet yang buruk atau memiliki tekanan darah tinggi.”

“Studi ini menunjukkan bahwa orang-orang dengan susunan genetik yang membuat mereka rentan terhadap insomnia juga memiliki sedikit risiko penyakit jantung koroner. Jika hubungan ini dapat dibuktikan dalam penelitian lebih lanjut, hal ini dapat membuka jalan untuk mengetahui cara yang tepat untuk menurunkan risiko penyakit jantung pada penderita insomnia," ujar Prof Pearson seperti dilaporkan The Guardian.***

Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X