Rabu, 11 Desember 2019

Kurang Tidur Mudah Terkena Stroke

- 22 Agustus 2019, 08:53 WIB
ILUSTRASI mengelola tidur.*/CANVA

LONDON, (PR).- Orang yang rentan terhadap insomnia memiliki risiko besar terkena penyakit kardiovaskular.

Menurut penelitian terbaru seperti dilansir The Guardian, Selasa 20 Agustus 2019,  orang yang kesulitan tidur bisa saja memiliki risiko lebih besar terkena masalah kardiovaskular (masalah jantung dan pembuluh darah).

Para ilmuwan telah menemukan bahwa orang-orang yang secara genetik cenderung rentan terhadap insomnia memiliki risiko lebih besar mengalami gagal jantung, stroke dan penyakit arteri koroner.

Para peneliti mengatakan, penelitian ini mendukung hasil riset sebelumnya yang menemukan hubungan antara kurang tidur dan masalah kardiovaskular, dengan penelitian terbaru yang mendukung gagasan bahwa insomnia mungkin saja menjadi penyebab kondisi ini.

Prof Hugh Markus, rekan penulis penelitian dari University of Cambridge berkata : “Jika hal ini terbukti benar, maka jika kita dapat memperbaiki atau mengurangi gangguan tidur, kita mungkin dapat mengurangi risiko stroke.”

Studi yang baru ini bergantung pada temuan sebelumnya bahwa ada sekitar 250 varian genetik, yang masing-masing dari varian ini dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami insomnia.

Hal terpenting adalah cara varian genetik diwariskan. Hanyalah sebuah kebetulan jika seseorang memilikinya. Keberadaan varian ini tidak tergantung pada genetik orang tersebut atau faktor lingkungan, seperti di mana mereka tinggal, kekayaan mereka atau seberapa sering mereka berolahraga.

Hal ini berarti secara teori memungkinkan manusia untuk melihat apakah peningkatan risiko insomnia  dapat menjadi penyebab stroke, gagal jantung dan penyakit arteri koroner, sambil mengurangi dampak dari faktor-faktor lain yang dapat memperburuk situasi. 

Ini adalah pendekatan yang berbeda dengan studi sebelumnya yang hanya menunjukkan hubungan tanpa sebab-akibat.


Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X