Minggu, 5 April 2020

Menyelami Bumi Manusia Berbalut Kisah Cinta

- 18 Agustus 2019, 11:02 WIB
CUPLIKAN adegan film Bumi Manusia.*/FALCON PICTURES

DIADAPTASI dari novel karya Pramoedya Ananta Toer, film Bumi Manusia hadir dengan rangkuman kisah yang cukup memuaskan. Kekhawatiran para penggemar novel ini yang meragukan Iqbaal Ramadhan berperan sebagai Minke tak terbukti. Pasalnya, Iqbaal bisa cukup menghidupkan sosok Minke.

Mulai tayang Kamis, 15 Agustus 2019, Bumi Manusia merupakan produksi Falcon Pictures. Adalah Hanung Bramantyo yang didaulat untuk menjadi sutradara kisah masterpiece milik Pramoedya Ananta Toer tersebut.

Sementara itu, Salman Aristo atau Aris duduk sebagai penulis naskah. Kolaborasi Hanung dan Aris bukanlah untuk pertama kalinya. Mereka sukses bekerja sama saat mengadaptasi Ayat-ayat Cinta (2008) dari novel ke film.

Cerita Bumi Manusia yang merupakan babak pertama Tetralogi Pulau Buru itu berkisar di antara Minke, Annelies Mellema (Mawar Eva de Jongh), dan Nyai Ontosoroh (Sha Ine Febriyanti). Ketika itu, Minke merupakan wujud seorang pribumi yang melawan lewat tulisan dan kecerdasan intelektual.

Dengan latar belakang saat Belanda masih menduduki Indonesia, Minke berupaya mencari keadilan untuk diri dan lingkungannya. Sebagai pribumi, Minke memiliki peluang untuk bersekolah di HBS karena ayahnya seorang bupati.

loading...

Di sekolah, Minke menjadi minoritas di antara anak-anak Belanda dan anak campuran Belanda-Indonesia. Statusnya yang pribumi kerap membuat dia diperlakukan tak adil. Namun, Minke tak pernah menyerah.

Suatu ketika, takdir mempertemukan dia dengan Annelies. Annelies merupakan putri dari Nyai Ontosoroh dan Herman Mellema (Peter Sterk), serta adik dari Robert Mellema (Giorgino Abraham). Nyai Ontosoroh adalah gundik Herman. Seperti Minke, sebagai pribumi yang dilabeli status gundik, Nyai Ontosoroh adalah sosok yang berani dan pintar. Sebagai ibu, dia sangat menyayangi Ann.


Sejak awal pertemuan Nyai Ontosoroh dengan Minke, dia tahu, Minke adalah lelaki yang akan membahagiakan Ann. Di mata Nyai Ontosoroh, Minke adalah pemuda cerdas dan pemberani. Untuk itulah, Nyai Ontosoroh sudah memberikan restu kepada Minke untuk mendekati Ann.

Perjalanan hidup Minke, Annelies, dan Nyai Ontosoroh berliku. Diskriminasi karena ras serta status yang melekat membuat Nyai Ontosoroh mendapat banyak masalah. Puncaknya adalah ketika Herman dibunuh di rumah bordil. Di peristiwa itu, setelah Herman tewas, Robert kabur.

Halaman:

Editor: Endah Asih

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X