Bumi Manusia, Tempat Terhormat untuk Tirto Adhi Soerjo

- 15 Agustus 2019, 10:10 WIB
TIRTO Adhi Soerjo/DOK. PR

Soedarjo Tjokrosisworo menyebut Tirto Adhi Soerjo sebagai peletak batu dasar jurnalisme modern di Indonesia dengan melakukan pembaruan dalam mengolah isi surat kabar.

Tokoh pers Parada Harahap menyanjung Tirto Adhi Soerjo sebagai nestor dari jurnalistik Jawa yang menjadi “wakil atau contoh dari batas pemisah lama dan baru”.

Ki Hadjar Dewantara, yang juga pernah berjuang lewat kerja pers sebelum mencurahkan usahanya di bidang pendidikan, menulis, “Beliau (Tirto Adhi Soerjo) boleh disebut pelopor dalam lapangan jurnalistik.”

Pemerintah Indonesia pada 1974 memberikan tanda penghargaan berupa gelar Perintis Pers Indonesia kepada Tirto Adhi Soerjo dan 10 nama lain termasuk Abdul Rivai, Bakrie Soeraatmadja, Djamaluddin Adinegoro, dan G.S.S.J. Ratulangie. Pada 2006, sang jurnalis mendapatkan gelar Pahlawan Nasional. Cukupkah? Salah satu usulan yang timbul-tenggelam dalam beberapa tahun terakhir adalah pengabadian tanggal mangkat Tirto sebagai Hari Pers Nasional.

Novel Bumi Manusia belum menampilkan sumbangan besar Tirto Adhi Soerjo pada periode kebangkitan nasional pada awal abad ke-20. Kisah tidak populer itu ada di "Jejak Langkah", jilid ketiga Tetralogi Buru. Tapi sebagai pembuka, Bumi Manusia tetaplah penting disimak untuk mengetahui latar belakang seperti apa yang membentuk sosok “Sang Pemula” itu.

Selain dibintangi Iqbaal Ramadhan, film Bumi Manusia juga mengusung nama-nama seperti Sha Ine Febriyanti, Mawar de Jongh, dan Bryan Domani di jajaran aktornya.

Sementara Iwan Fals, Once Mekel, dan Fiersa Besari akan berkolaborasi menyanyikan lagu bertajuk Ibu Pertiwi sebagai musik latar film Bumi Manusia.

Kalau sensor Orde Baru membuat buku Bumi Manusia mencapai puncak kemasyuran justru ketika beredar di bawah tanah, kita tunggu bagaimana nasib adaptasi filmnya pada zaman yang katanya serbabebas ini.

Dengan caranya sendiri, siapa tahu film Bumi Manusia bakal berkontribusi dalam pemberian tempat terhormat untuk Tirto Adhi Soerjo di tengah generasi gawai nirkertas yang mulai gamang menakar pentingnya kerja jurnalistik.***

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X