Minggu, 15 Desember 2019

Seni Degung, Bertahan Meski Ditelikung Zaman

- 14 Agustus 2019, 07:27 WIB
KELOMPOK seni degung Pusaka Sunda dari San Jose California, Amerika, pimpinan seniman Burhan Sukarman, menjadi bintang tamu di pegelaran Degung Lawas Gumalindeng Mapakan Zaman Kiwari ka Bihari, Selasa, 13 Agustus 2019 di Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat.*/RETNO HERIYANTO/PR

BUDAYA menjadi salah satu ciri membedakan manusia dengan mahluk lainnya di muka bumi. Hilang budaya tradisional suatu bangsa, maka hilang pula jati diri bangsa.

“Kita patut bersyukur menjadi warga negara Indonesia yang sangat beragam dan kaya akan seni budaya tradisionalnya. Namun kita juga sudah sepatutnya sebagai warga negara sekaligus sebagai pemilik budaya tradisi, untuk memelihara dan menjaga agar budaya bangsa tidak punah, karena hilang budaya suatu bangsa maka akan hilang pula jatidiri bangsa tersebut,” ujar sesepuh dan tokoh wanita Jawa Barat, Popong Otje Djundjunan yang biasa disapa Ceu Popong, pada acara Degung Lawas Gumalindeng Mapakan Zaman Kiwari ka Bihari, Selasa, 13 Agustus 2019 di Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat.

Pada masa sekarang, menurut Ceu Popong, ada banyak seni budaya tradisional yang semakin tersisihkan di lingkungan masyarakat, dan bahkan disisihkan masyarakat sebagai pemiliknya.

“Terbalik dengan yang dilakukan oleh masyarakat sejumlah belahan penjuru dunia yang justru mempelajari dan mendalami budaya bangsa kita,” ujar Ceu Popong.

Untuk menjaga, melestarikan, mengembangkan, dan memanfaatkan seni budaya yang menjadi kekayaan bangsa, menurut Ceu Popong, pemerintah dan pelaku seni budaya serta masyarakat sebagai pemiliknya harus bahu membahu menyelamatkannya.

“Ingat. Yang membedakan manusia dengan mahluk lainnya di muka bumi ini adalah budaya. Karenanya kalau tidak ingin disamakan, maka peliharalah budaya warisan bangsa yang kaya akan nilai filosofi,” ujar Ceu Popong.

Tokoh Jawa Barat, Uu Rukmana mengungkapkan, ada berbagai cara yang dapat ditempuh pemerintah maupun komunitas seni budaya dan masyarakat untuk menyelamatkan seni budaya tradisional yang punah dan mendekati kepunahan.

“Selain dukungan pendanaan, juga diberikan lebih banyak kesempatan untuk tampil, serta pemanfaatan ruang-ruang publik,” ujar Uu.

Diungkapkan Uu, agar dapat bertahan, seni degung dan tembang Sunda harus berkolaborasi dengan seni modern yang mengedepankan sentuhan krearifitas dan teknologi.


Halaman:

Editor: Endah Asih

Tags

Komentar

Terkini

X