Minggu, 15 Desember 2019

Marcello Tahitoe Rilis Album Kelima Antistatis

- 10 Agustus 2019, 19:26 WIB
*/DOK. PR

SELANG empat tahun dari merilis album keempat, Marcello Tahitoe kembali dengan karya anyar. Bersama label Sony Music, Marcello menyajikan album kelima yang berjudul Antistatis. Album berisi sembilan lagu baru ini menjadi bukti eksistensi Marcello di dunia musik setelah sebelumnya dia merilis album Ello (2005), Realistis/Idealis (2009), Taub Mumu (2012), dan Jalur Alternatif (2015).

"Statis merupakan antitesis dalam esensi dasar hidup manusia. Kita bertumbuh, berkembang, dan berevolusi seiring berjalannya waktu, baik tubuh, pikiran, jiwa, dan spiritual. Tidak ada yang kekal selain perubahan. Tidak ada yang pasti selain antistatis," ungkap Marcello lewat pos-el, Sabtu, 10 Agustus 2019.

Musisi kelahiran Jakarta, 20 Februari 1983 itu menyebutkan, Antistatis adalah album yang Marcello kerjakan bersama tiga teman band yang biasa tampil bersamanya di panggung. Mereka adalah Enos Martyn (bas), Arden Wibowo (gitar), dan Robby Wahyuda (drum). Album ini dikerjakan Marcello di studio rumahnya di kawasan Kayu Putih, Jakarta.

Menurut Marcello, pengerjaan album Antistatis cukup cepat dan sederhana dengan instrumen yang tergolong dasar dan organik. Sound tebal ala musik altenatif di era 1990-an terasa membalut lagu-lagu yang bercerita tentang berbagai sisi sosial kehidupan dan keresahan pribadi Marcello. Di album ini, kata Marcello, tidak ada penggunaan synthesizer ataupun efek yang jelimet.

"Sepertinya saya menemukan formula nyaman dan pas untuk menulis lagu yang simple, raw, dan spontan," ucap Marcello.

Dari album Antistatis, Marcello telah merilis dua single yaitu Sampah-sampah Dunia Maya dan Munafik beberapa waktu lalu. Bersamaan dengan dirilisnya album Antistatis, Jumat, 9 Agustus 2019, Marcello memilih Hanyut menjadi single andalan berikutnya.

Secara lirik, Hanyut bercerita tentang kebebasan dan pilihan untuk hanyut dalam imajinasi. Selain itu, Marcello juga memancing pendengar untuk menginterpretasikan sendiri makna lagunya tanpa ada batasan.

Menurut Marcello, secara umum, dia cukup puas dengan album Antistatis baik secara produksi dan ouput yang dia dan rekan-rekan bandnya hasilkan. Bagi Marcello, album ini semacam monumen untuk suatu waktu dalam perjalanan hidup dia.

"Album ini dibuat tanpa tendensi apapun, dan tidak disetir kepentingan apapun. Album ini murni atas nama kecintaan saya terhadap musik rock dan menunjukkan diri saya yang otentik," ujar Marcello.***



Editor: Eva Fahas

Tags

Komentar

Terkini

X