Kamis, 9 April 2020

Gurih dan Manis, Aneka Cocolan Roti Canai

- 30 Juli 2019, 09:05 WIB
ROTI Canai.*/GITA PRATIWI/PR

ROTI canai, camilan dari terigu yang tersaji bak jala, mulai akrab sebagai ragam baru kuliner di Bandung. Terlebih banyaknya kedai Mi Aceh, India, atau Arab yang hadir saat ini.

Cocolan atau topping apa yang biasa Anda nikmati untuk light meal ini? Di kedai Roti Cane Gempol, Jalan Gempol, Kota Bandung, roti canai disajikan dengan pilihan gurih berempah dan manis.

Anda tidak akan menemukan roti canai beku pasaran, yang dipanaskan lalu disajikan, di kedai ini. Pemilik kedai, Edi Targo, akan memasakkan langsung dari adonan bulat menjadi tipis, lebar, dan kenyal, ke atas penggorengan. Aksi memasak ini jadi hiburan tersendiri bagi Anda saat menanti pesanan datang.

“Secara tekstur lebih lembut, dan rasanya lebih segar,” kata Edi, Senin, 30 Juli 2019. Setiap adonan bulat memiliki bobot 150 gram, dimasak sekitar 5-10 menit.

Untuk topping, ada pilihan kari kambing, kari kentang, dan kari ayam. Kari kentang memiliki tekstur yang lebih kental, kari ayam dan kambing lebih terasa rempahnya.

Tidak ada bau khas daging kambing pada sajian karinya. “Rebus empat jam daging kambing, bisa menghilangkan bau perengus. Banyakin saja rempahnya,” ucap dia.

Sementara untuk yang manis, hanya ada taburan keju, susu, dan cokelat sebagai variasinya. Adonan roti canai ini juga akan mengingatkan pengunjung pada tekstur roti prata dari Singapura, namun tanpa bawang bombai.

Ia sedikit berbagi trik menyajikan roti canai. Pertama, adonan roti sama seperti roti pada umumnya yang dibuat manual. Ia akan mengelompokkan roti dalam bentuk bulat dan sudah ditimbang. Bulatan roti 150 gram itu didiamkan minimal 3 jam supaya tidak keras.

“Karena tidak pakai pengembang tambahan, jadi harus didiamkan. Adonan dimasak di pan stainless yang tebal agar api merata,” ucapnya.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X