Minggu, 15 Desember 2019

Kisah Jack dan Finn Harries, Youtuber yang Tinggalkan Jutaan Dolar untuk Melawan Perubahan Iklim

- 23 Juli 2019, 14:43 WIB
Jack dan Finn Harries.*/INSTAGRAM JACK HARRIES

SAAT masyarakat di berbagai belahan dunia berbondong-bondong membuat video dan mengunggahnya ke akun YouTube, saudara kembar asal Inggris Jack Harries dan Finn Harries justru meninggalkan jutaan pengikutnya dan memilih untuk berada di garda terdepan dalam melawan perubahan iklim.

Alih-alih melanjutkan karir ala generasi milenial sebagai 'YouTuber', dengan pendapatan yang bisa mencapai jutaan dolar AS per tahun, mereka mengambil resiko berhadapan dengan penegak hukum, bahkan ditangkap dan ditahan selama dua belas jam, untuk memperjuangkan keberlanjutan lingkungan.

Seperti dilansir Kantor Berita Antara, pada tahun 2011, Jackson 'Jack' Harries memulai karirnya sebagai seorang pembuat konten di platform YouTube. Saat itu, video blogger atau 'vlogger' seperti dirinya sudah mulai bermunculan, terutama di negara-negara barat seperti Inggris dan Amerika Serikat, namun belum begitu menjamur di Indonesia.

Dia membuka sebuah akun di YouTube guna mengisi waktu di tengah masa istirahat selama satu tahun sebelum memasuki bangku kuliah, atau yang sering disebut 'gap year', dan memberi nama akun YouTube nya 'JacksGap'.

Karir Jack sebagai seorang pembuat konten digital melonjak dengan cepat, bahkan video pertama yang dia unggah telah dilihat sebanyak 3,8 juta kali.

Popularitas yang kian menanjak tak hanya mendatangkan pengikut, namun juga ajakan kerja sama dari berbagai institusi, sehingga Jack menggandeng saudara kembarnya, Finnegan 'Finn' Harries, untuk ikut menjalankan akun itu.

Pada awal masa kejayaan akun JacksGap sekitar tahun 2012 hingga 2015, keduanya kerap membuat konten-konten menghibur dengan berbagai tema, mulai dari sketsa-sketsa komedi, musik, hingga video interaktif seolah mereka sedang berdialog dengan para pengikut di YouTube.

Kini, nama Jack dan Finn Harries lebih dikenal dengan upaya untuk menggaungkan kesadaran akan krisis iklim yang mereka sebut sebagai ancaman atas masa depan.


Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

X