Sabtu, 7 Desember 2019

Lima Tips Memulai Hidup Minimalis untuk Mahasiswa Rantau

- 10 Juli 2019, 10:23 WIB
ILUSTRASI.*/CANVA

BANYAK orang berkata bahwa gaya hidup sederhana atau minimalis sudah menjadi hal biasa bagi mahasiswa rantau. Kehidupan mahasiswa rantau yang serba pas-pasan mengharuskan mereka mengatur keuangan dan berhemat. Namun, banyak juga yang sulit merealisasikannya. Alhasil, mereka harus berjuang melewati masa-masa akhir bulan dengan kondisi keuangan seadanya.

Gaya hidup minimalis yang belakangan ini menjadi tren ternyata memiliki banyak manfaat, salah satunya bisa mengatasi masalah keuangan yang sering dihadapi mahasiswa rantau. Gaya hidup minimalis dapat diartikan sebagai upaya mengurangi sifat konsumtif dengan cara hidup lebih sederhana.

Insider melaporkan, gaya hidup minimalis sudah menjadi tradisi masyarakat Jepang yang erat kaitannya dengan ajaran Zen Buddhisme. Ajaran tersebut menekankan manusia untuk meminimalisasi atau bahkan menghilangkan keterikatan terhadap hal-hal duniawi.

Selain ajaran Zen, ada juga filosofi “less is more” yang banyak dianut masyarakat Jepang yang berarti kesederhanaan itu lebih baik. Penerapan gaya hidup minimalis di Jepang sangat masuk akal karena Jepang sering dilanda gempa bumi. Sehingga, kepemilikan barang yang berlebihan dapat mencelakakan pemiliknya.

Lantas bagaimana cara memulai gaya hidup minimalis untuk mahasiswa rantau yang selama ini identik dengan hidup sederhana? Meski mahasiswa rantau sudah biasa berhemat, seringnya hal itu dilakukan karena tuntutan keadaan, bukan karena keinginan dalam diri. Alhasil, walaupun sudah berhemat, uang bulanan tetap saja tidak cukup. Pengeluaran tetap saja membeludak. Untuk mengatasinya, ini 5 tips memulai hidup minimalis untuk mahasiswa rantau

Dalam hal belanja, mahasiswa sering tergiur dengan potongan harga, hal itu meruntuhkan niat awal untuk berhemat. Oleh karena itu, sebelum membeli sesuatu, cobalah tanya kepada diri sendiri apa tujuan pergi berbelanja, kemudian berpikir kembali apakah kita benar-benar membutuhkannya.

Hal ini dapat membantu meminimalisasi keinginan membeli sesuatu yang tidak kita butuhkan. Dengan demikian, sisa uang belanja dapat ditabung atau dialokasikan untuk keperluan lainnya.

Coba bukalah lemari pakaian, Jika terlihat penuh, sortir saja. Pisahkan mana yang masih digunakan dan mana yang tidak. Akan ada keterkejutan saat menyadari bahwa dari sekian banyak pakaian yang dimiliki, justru yang sering digunakan ternyata itu-itu saja.


Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

X