Minggu, 15 Desember 2019

Punya Pengalaman Buruk Pengiriman Barang e-Commerce, Ternyata Ini Masalahnya

- 3 Juli 2019, 17:34 WIB
BELANJA online/CANVA

MESKI pertumbuhan e-commerce Indonesia menjadi yang paling kuat yaitu 10,3% selama 5 tahun terakhir, pengiriman tetap menjadi tantangan terbesar dengan 36% konsumen menyatakan ketidakpuasan.

Hal itu Ini terungkap dalam survei baru oleh Parcel Perform dan iPrice Group, yang dilakukan dengan lebih dari 80.000 konsumen di Malaysia, Singapura, Indonesia, Vietnam, dan Thailand. Parcel Perform adalah software-as-a-service (SaaS) pelacakan paket yang mampu melacak lebih dari 600 operator logistik secara global.

Survei menunjukkan, 35% konsumen terus melihat pengiriman sebagai masalah paling besar dalam jagat e-commerce. Lebih dari 90% keluhan dan tanggapan negatif dari pelanggan terkait dengan keterlambatan pengiriman atau kurangnya komunikasi tentang status pengiriman.

Jika membandingkan antarnegara, konsumen Singapura, Thailand, dan Vietnam lebih puas dengan pengalaman pengiriman e-commerce mereka dibandingkan Indonesia dan Malaysia.

Dalam setiap proses pengiriman paket, terjadi rata-rata 4,6 kali kontak antara konsumen dan perusahaan pengiriman paket. Proses itu adalah saat yang tepat untuk meningkatkan pengalaman berbelanja yang berkesan setelah pembelian.

“Dengan meningkatkan pengalaman berbelanja usai pembelian, kami melihat ini sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kepercayaan konsumen berbelanja online sebanyak 40%,” tutur Arne Jeroschewski, Founder and CEO Parcel Perform.

Karena semakin banyaknya pilihan dalam belanja online, konsumen di Asia Tenggara semakin selektif dalam hal memilih kapan, bagaimana, dan dari siapa mereka membeli. selektif membandingkan harga dari beberapa e-commerce dan kecepatan proses pengiriman juga meningkat.

“Pedagang akan mendapatkan kepercayaan dari pembeli jika dalam proses pengiriman setelah pembayaran mereka transparan terhadap status pengiriman barang yang telah dibeli.” tutur Jeremy Chew, Head of Content Marketing iPrice Group.


Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

X