Kamis, 12 Desember 2019

Spider-Man: Far from Home, Berpikir Matang Menyikapi Hoaks [Spoiler Alert]

- 3 Juli 2019, 17:00 WIB
SPIDER-MAN: Far from Home/MARVEL STUDIOS

ADA kalanya, apa yang membentuk kematangan berpikir kita dari hari ke hari justru adalah sesuatu atau seseorang yang kita posisikan sebagai musuh. Lewat tingkah laku Peter Parker dalam Spider-Man: Far from Home, setidaknya penonton dipancing memandang bahwa kepercaayan adalah sesuatu yang tak bisa didapat dengan mudah.

Dalam Spider-Man: Homecoming yang lalu, Peter Parker dibenturkan dengan isu pencarian jati diri. Selain masalah jati diri, kali ini dia dipaksa memilih apa yang harus dia percayai.

Bahayanya, pilihan-pilihan itu ditetapkan oleh Mysterio, super villain yang jadi musuh Spider-Man.

Sesuai karakter yang didesain Stan Lee dan Steve Ditko, Mysterio merupakan seorang mastermind ahli lusi dan penuh muslihat. Namun, latar belakangnya disesuaikan dengan lini masa (MCU) Marvel Cinematic Universe.

Mysterio dalam Spider-Man: Far from Home bukanlah pakar special effect dan stunt man di industri film. Dalam versi MCU, Mysterio alias Quentin Beck diceritakan sebagai super villain yang terkoneksi dengan masa lalu Stark Industries.

Berbagai ilusi yang dibuat Mysterio relevan dan logis (dalam cakupan mise-en-scene) dengan teknologi kekinian, atau lebih tepatnya “keakanan”. Toh latar waktu Spider-Man: Far from Home adalah setelah tahun 2023.

Lewat tipu muslihatnya, Mysterio mempermainkan kematangan berpikir Peter Parker, remaja 16 tahun yang sedang berada pada masa penuh kebimbangan.

Walau berlatar tahun setelah 2023, Peter Parker masihlah remaja 16 tahun. Waktu sudah berlalu 5 tahun lebih sejak jentikan jari Thanos, tetapi usianya tidak bertambah.


Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

X