Rabu, 11 Desember 2019

Bimbim Slank Sempat Bingung Pilih Calon Wakil Rakyat

- 17 April 2019, 11:26 WIB
PERSONEL grup band Slank Bimbim (kedua kanan), Ridho (kedua kiri), Kaka (kanan) dan Ivanka (kiri) saat menghadiri peluncuran video klip bertajuk #BARENGJOKOWI di markas Slank, Gang Potlot, Jakarta, Jumat, 15 Maret 2019. Slank meluncurkan video klip #BARENGJOKOWI yang berkolaborasi dengan 100 seniman, influencer, olahragawan dan budayawan yang memiliki kesatuan hati untuk Indonesia.*/ANTARA FOTO

PEMAIN drum grup musik Slank, Bimbim, mengenakan kaos putih saat datang ke TPS 31, Jalan Potlot 3, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Rabu, 17 April 2019, bersama keluarga untuk menggunakan hak pilih mereka. Selain datang bersama anaknya, Mezzaluna D'Azzuri, Bimbim juga datang bersama istrinya Reny Setiawati dan sang ibunda Iffet Veceha Sidharta, serta anggota lain keluarganya.

"Anak saya pemilih pemula. Excited banget dia, tanya-tanya terus. Dia punya pilihan sendiri. Tapi, anak sekarang ternyata lebih cepat cari informasi. Anak milenial," ujar pemilik nama lengkap Bimo Setiawan Al Machzumi itu seperti dikutip dari laman Antara.

Bimbim bersama keluarga kompak mengenakan pakaian putih. Bimbim memakai kaos putih bertuliskan lirik lagu "Indonesia Now". "Ini single terakhir soal Indonesia hari ini. Generasi milenial yang sudah melek teknologi, yang mempercepat untuk melakukan sesuatu," kata Bimbim.

Saat memilih, Bimbim mengaku sempat kebingungan memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) maupun Dewan Perwakilan Daerah (DPD), lantaran tidak terlalu mengenal calon-calon anggota dewan itu. Pria kelahiran 25 Desember 1966 itu telah mencoba mencari tahu di mesin pencari. Tapi, rekam jejak calon-calon anggota DRPD dan DPD itu tidak banyak tercatat di mesin pencari. "Sebelumnya, searching-searching dulu. Tapi, agak susah. Ada nama, tapi googling enggak ada track record-nya," ujar Bimbim.

"DPD ada yang kenal tapi udah tua. (Calon-calon) yang muda-muda enggak kenal, masih kurang sosialisasi mereka untuk kita mengenal. Tapi, akhirnya kalau yang DPD sama DPRD dipilih dari partai yang mendukung presiden yang kita pilih," ujarnya.

Bimbim berharap dapat ikut membantu membangun Indonesia dengan menggunakan hak suaranya dalam Pemilu 2019. "Indonesia sudah lama enggak dibangun. Boleh dibilang 32 tahun kita terkungkung. Selama 20 tahun reformasi menyia-nyiakan hak demokrasi untuk membangun bangsa ini. Ini kesempatan kita sebenarnya bikin Indonesia maju," kata dia.

Selepas pemilihan umum 2019, Slank, yang “turun gunung” mendukung salah satu calon dalam pemilu sejak pemilu 2014, berencana tetap mendukung calon dalam pemilihan umum mendatang. "Setelah ini, (kami) naik gunung sambil lihat-lihat ke bawah, punya calon baru. Kami lagi nyari kok the youngest, mungkin untuk 2024. Kami maunya dukung orang yang kami tahu, yang kami kenal, dan kami lihat orang yang bisa," kata Bimbim.

Namun, Bimbim mengaku tidak tertarik untuk terjun langsung ke dunia politik. "Enggak (tertarik). Happy kami main band. Kami sudah berpolitik lewat lirik, lewat musik. Itu sudah lebih kuat dari partai politik manapun," ujar Bimbim.***



Editor: Eva Fahas

Tags

Komentar

Terkini

X