Senin, 17 Februari 2020

Sekilas Riwayat Komik Masa Kini

- 12 April 2019, 11:59 WIB
null

MARAKNYA karya ilustrasi dari sebuah cerita terus berkembang dari zaman ke zaman. Mulai dari sekadar ilustrasi sederhana, komik, hingga motion graphic. Di tengah kemajuan teknologi, komik pun menjadi sesuatu yang unik dan terus berkembang. Beragam jenis komik terus bermunculan. Lalu seperti apa komik Indonesia hari ini?

Komik Indonesia adalah komik yang menggunakan bahasa Indonesia atau hasil karya dari komikus Indonesia. Umumnya mengangkat tema cerita rakyat, pewayangan, epos dan kekhasan nusantara. Periode 1960 sampai dengan 1970 merupakan masa keemasannya.

Pada dekade tersebut, komik Indonesia memberikan banyak sumbangsih sebagai bahan bacaan hiburan untuk masyarakat Indonesia. Melalu komik masyarakat mendapatkan edukasi mengenai cerita rakyat, sejarah serta cerita pewayangan dengan cara yang menyenangkan.

Hari ini komik Indonesia telah mengalami perubahan dan menyesuaikan dengan jaman. Komik dibuat dengan gambar yang lebih bervariasi. mengolaborasikan berbagai gaya, seperti yang dilakukan oleh beberapa komikus Indonesia yang menggabungkan karakter pewayangan dengan gaya gambar anime.

Perpaduan budaya Indonesia dengan Jepang ini merupakan proses peyesuaian dengan tren komik yang sedang marak di pasaran. Dengan hal ini diharapkan masyrakat Indonesia dapat menerima cerita-cerita pewayangan dengan sajian yang lebih segar tanpa menghilangkan keindonesiaan nya. Seperti yang dilakukan oleh Alex Irzaqi dengan komiknya yang berjudul Dharmaputra. Semua tokoh dalam komik tersebut merupakan kesatria khas Indonesia yang di gambar dengan gaya anime.

Karya komik seperti Dharmaputra ini juga mendapat respons baik dari dunia internasional. Terbukti Alex juga mendapatkan penghargaan tertinggi ajang Silent Manga.

Namun, apresiasi serupa secara lokal atau nasional belum seperti diharapkan. “Apresiasinya di pasar belum seperti yang kita harapkan, dibandingkan dengan apresiasi untuk karya sejenis yang didatangkan dari luar Indonesia” terang Hawe Stiawan (50), seorang budayawan dan juga dosen Desain Komunikasi Visual Unversitas Pasundan.

Di zaman sekarang, dalam segi cerita pun komik Indonesia lebih pariatif. Tidak hanya mengangkat cerita pewayangan dan sejenisnya saja, cerita realitas kehidupan masyrakat Indonesia pun tidak jarang disajikan dengan khas. Sehingga masyarakat lebih familiar.

Halaman:

Editor: Erwin Kustiman

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X