Selasa, 31 Maret 2020

Hamish Daud Kampanye Bangga Akan Laut Indonesia di Papua Barat

- 27 Februari 2019, 15:16 WIB
INFLUENCER Melati Wijsen dan Hamish Daud Wylie mencicipi sushi yang dibuat langsung dari tuna tangkapan laut Indonesia, di Halaman Universitas Padjadjaran, Jalan Dipati Ukur Kota Bandung, Selasa 26 Februari 2019.*/GITA PRATIWI/PR

SELEBRITAS Hamish Daud Wylie mengambil bagian dalam melestarikan laut melalui gerakan Indonesia Ocean Pride. Ia mengajak generasi muda untuk bangga akan laut dan menjaganya.

"Kita orang maritim, orang laut, tapi seakan ada gap dengan laut," kata Hamish dalam talkshow Festival Laut Masa Depan Bangsa, di Universitas Padjadjaran, Selasa 26 Februari 2019.

Menurut dia, hal itu terjadi karena kurangnya akses terhadap laut. Makanya ia mendatangkan akses itu, misalnya membuat iklan kampanye, dan video Youtube. "Harapannya, kalau tahu (laut) nantinya bangga, pasti dijaga," ujar dia.

Kampanye pertamanya telah dilakukan bersama IOP di Papua Barat. Ia mendatangi masyarakat di pegunungan untuk menyampaikan soal laut di sekitar mereka. Yang ternyata, banyak orang di sana belum mengenal laut di sekitarnya.

"Kita bawa screen ke Papua Barat. Inginnya (Papua Barat) jadi provinsi konservasi pertama di Indonesia. Banyak orang gunung tidak tahu laut, banyak orang laut tidak tahu gunung," kata suami penyanyi Raisa itu.

loading...

Dia menjelaskan, sambutan masyarakat pun penuh energi dan semangat. Sejalan dengan apa yang ia targetkan, bahwa gerakan ini dapat diterima masyarakat di rentang usia 3-30 tahunan. Makanya, ia bersama IOP juga merancang kartun yang bisa ditonton dan disukai anak-anak agar sama-sama mencintai laut.

Terpanggil untuk terlibat akan pelestarian laut? Bergabunglah dengan Hamish dan Melati dalam Pandu Laut Nusantara, yang dibina langsung Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Wadah komunitas pelestari laut dengan pemerintah ini secara kolaboratif berupaya melindungi laut. Mereka juga diharapkan dapat bekerja sama dengan masyarakat sekitar dan pemangku kepentingan perikanan nasional.

Melati Wijsen dan gerakan tolak kantong plastik

Melati Wijsen, seorang gadis Bali, pada usia 12 tahun, telah berpikir keras bagaimana bisa menghentikan ancaman sampah pada laut di sekitarnya. Di usianya yang kini menginjak 18 tahun, Melati dan adiknya Isabel telah identik dengan gerakan yang ia perjuangkan sejak dulu, Bye Bye Plastic Bag.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X