Kamis, 12 Desember 2019

Ardhito Pramono Rilis A Letter to My 17 Year Old

- 21 Februari 2019, 10:39 WIB
Ardhito Pramono.*/DOK. SONY MUSIC ENTERTAINMENT INDONESIA

LEWAT minialbum A Letter to My 17 Year Old, Ardhito Pramono memberikan pesan untuk dirinya sendiri. Berisi lima nomor, minialbum ini dirilis setelah Dhito mencuri perhatian industri musik Indonesia lewat single Bila, Fake Optics, dan Bitterlove.

"Isi minialbum ini adalah pesan-pesan untuk diri saya di umur 17 tahun supaya lebih siap sama hal-hal yang akan saya alami di masa sekarang. Saya berharapnya sudah punya lagu-lagu ini di umur 17 tahun biar enggak kaget," tutur Dhito lewat pos-el, Kamis, 21 Februari 2019.

Lagu-lagu di minialbum ini terinspirasi dari kehidupan di sekitar musisi berusia 23 tahun itu. Selain Fake Optics dan Bitter Love, minialbum ini juga berisi Say Hello, Superstar, dan Cigarettes of Ours. Format yang ditawarkan Dhito di album produksi Sony Music Entertainment Indonesia ini adalah versi live dari semua lagu.

"Konsep live ini sebenarnya sudah lama saya inginkan. Meskipun hasilnya belum sesuai ekspektasi tapi setidaknya pesan yang ingin saya utarakan bisa sampai. Saya pengin lewat album live ini, pendengar karya saya bisa melihat ketidaksempurnaan saya dalam bemusik. Mereka siap enggak untuk menerima ketidaksempurnaan itu," ungkap Dhito yang juga berprofesi sebagai penyiar radio.

Bersamaan dengan dirilisnya minialbum A Letter to My 17 Year Old, Jumat, 15 Februari 2019, Dhito juga merilis single Superstar. Lagu ini berkisah tentang keresahan Dhito terhadap dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.

Dhito melihat, saat ini dia dan orang-orang di sekitarnya merasa congkak dan sombong dengan apa yang sudah didapat. 

"Kami akhirnya lupa cara berprilaku dan berkomunikasi secara baik dan benar ke orang lain. Padahal di ujungnya, saya dan mereka akan sadar menjadi seseorang yang kesepian," ungkap Dhito.

Setelah merilis A Letter to My 17 Year Old, Dhito akan mengeksplorasi musikalitasnya dan mencari kenyamanan dalam bermusik. Dia juga ingin mencoba genre musik yang lain. Selama ini, Dhito telanjur dilabeli sebagai musisi jazz.

"Saya enggak mau mengotakan genre musik yang ada. Saya mengakui, kalau sebenarnya belum bisa menemukan gaya sendiri di musik. Lewat minialbum ini saya ingin tahu pasar saya di Indonesia bagaimana. Dari segi produksi, saya puas, tapi saya janji ke depannya akan lebih bagus dari ini," ujar Dhito yang mendapat kesempatan membuka konser Kenny G, November 2018 lalu.***



Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

X