Lagu Ai Karya Doel Sumbang Pernah Menjadi Tembang Pop Sunda Termahal

- 4 Juli 2018, 06:30 WIB

PANGGUNG musik pop Sunda memang unik. Di tengah cibiran dan asumsi minor dengan menempatkan pop Sunda sebagai musik marginal dan kelas dua, justru muncul sejumlah ”kejutan” yang mencengangkan. Sebut saja lagu Kalangkang (1986) yang dipopulerkan oleh suara merdu Nining Meida.

Lagu ciptaan Nano S itu sukses mencatatkan diri sebagai lagu Sunda paling banyak terjual. Konon kasetnya (waktu itu belum ada CD, dan rilisan digital) terjual secara resmi hingga dua juta kopi.

Rekaman yang ilegalnya (bajakan) tentu lebih banyak lagi. Lagu itu pun diganjar BASF dan HDX Awards pada 1987. Hingga sekarang, Kalangkang menjadi salah satu lagu pop Sunda legendaris dan abadi.

Selain Kalangkang, ada juga lagu Ai yang diciptakan dan dinyanyikan oleh Doel Sumbang. Saat diprodukai dan dirilis oleh Nirwana Record pada 1993, lagu tersebut meledak di pasaran dan mencatat hit dengan angka penjualan resmi di atas satu juta kopi. Doel Sumbang, yang kala itu baru tiga tahun mencicipi panggung pop Sunda, kian kukuh pada jalur yang dilaluinya.

Akan tetapi, yang kemudian menjadikan lagu itu fenomenal adalah saat Blackboard dan HP Record membelinya dengan nilai yang mencapai ratusan juta rupiah. Konon, angkanya mencapai lebih dari Rp 300 juta.

Dengan asumsi kurs dolar sebelum krisis, angka Rp 300 juta waktu itu sangatlah besar untuk ukuran sekarang. Tidaklah mengherankan jika kemudian muncul sebutan lagu Ai sebagai lagu paling mahal dalam sejarah industri musik pop Sunda.

”Alhamdulillah, lagu Ai dihargai begitu mahal. Sebagai pencipta dan penyanyi, tentu saja saya merasa bangga dan bersyu­kur,” kata Doel Sumbang.

Halaman:

Editor: Administrator


Tags

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X