Mesin Pengering Tangan di Toilet Umum Sebarkan Banyak Bakteri

- 1 Mei 2018, 05:51 WIB

HAND dryer atau mesin pengering tangan otomatis di dekat wastafel toilet umum, mal, dan restoran bisa menyebarkan bakteri. Bakteri bersumber dari udara yang diembuskan dari mesin tersebut.

Pengering tangan yang sering ditemukan di toilet umum tidak hanya mengembuskan udara, tapi juga mengisap udara. Dilasir dari Live Science, saat mesin mengisap udara, di saat yang sama, mesin tersebut juga turut mengisap bakteri, termasuk mikroba yang ada pada kulit manusia, dan mereka yang membiarkan toilet terbuka tanpa menutupnya setelah digunakan. Menurut penelitian, saat seseorang menggunakan mesin pengering tangan tersebut, mikroba yang sebelumnya diserap oleh mesin tersebut akan kembali keluar dalam jumlah yang banyak.

Peneliti dari University of Connecticut School of Medicine menyatakan bahwa udara yang diembuskan oleh pengering tangan menciptakan bakteri yang tidak terlihat pada udara di toilet umum. Dan bakteri yang didistribusikan kembali tersebut tidak hanya ada pada pengguna toilet umum saja, namun berkat energi tinggi yang dihembuskan, mikroba juga tersebar di seluruh bangunan.

Sebelumnya, penelitian telah menunjukkan bahwa pengering tangan dapat memindahkan bakteri dari tangan ke udara, bahkan mereka juga menunjukkan bahwa mesin tersebut dapat mencemari tangan yang baru dicuci dengan endapan bakteri. Untuk meneliti hal tersebut, peneliti menempatkan 36 piring berlapis glukosa di toilet umum – pertama dilakukan dengan pengering tangan yang dimatikan, kemudian dengan pengering tangan yang dinyalakan – kemudian peneliti memeriksa piring tersebut untuk melihat pertumbuhan bakteri.

Ditemukan banyak macam mikroba

Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Applied and Environmental Microbiology ini, peneliti menemukan sedikit bakteri saat mesin dimatikan, dengan rata-rata terdapat 6 koloni per piring. Sedangkan saat mesin dinyalakan, peneliti menemukan ada sekitar 60 koloni bakteri pada setiap piringnya. Peneliti pun memeriksa isi mesin tersebut untuk melihat apakah penumpukan mikroba yang ada di mesin tersebut berperan penting dalam penyebaran dan perkembangan bakteri di udara. Namun, peneliti hanya menemukan beberapa bakteri saja saat menyeka isi dalam pengering tersebut, dan itu tidak cukup untuk menjelaskan jumlah yang didistribusikan oleh aliran udara dari mesin tersebut.

Jika bakteri yang ada pada piring tidak berasal dari mesin, bakteri tersebut pasti berasal dari udara di toilet umum – kemungkinan dihembuskan ke udara dari partikel yang disemprotkan keluar dari toilet yang baru disiram, lapor penulis penelitian. Beberapa sampel mikroba dari toilet umum seperti Bacillus subtilis, yang hidup di usus manusia. Namun tidak hanya B. subtilis, pada piring tersebut terdapat 62 jenis bakteri yang mewakili 21 spesies, termasuk Staphylococcus aureus, bakteri yang dapat menyebabkan infeksi.

Salah satu acara untuk dapat membantu mengurangi sirkulasi bakteri di kamar mandi adalah menggunakan penyaring udara HEPA pada pengering tangan. Saat peneliti memasang filter HEPA di pengering tangan, secara signifikan mengurangi jumlah bakteri yang disebarkan oleh mesin tersebut. Namun masih ada beberapa bakteri yang didistribusikan – termasuk berpotensi patogen – menunjukkan bahwa meskipun menggunakan penyaring udara dapat mengurangi risiko paparan pathogen, namun itu tidak akan menghilangkan sepenuhnya, simpul peneliti. (Ines Anggun)***

Editor: Administrator


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X