Amankan Data Pribadi Akun Facebook dengan Cara Ini

- 13 April 2018, 04:24 WIB

Mark Zuckerberg sebagai CEO Facebook telah memberikan kesaksiannya di depan Kongres, tentang bagaimana data pengguna dimanfaatkan yang diduga untuk keperluan kampanye. Zuckerberg mengumumkan rencana Facebook untuk memperbaiki pelanggaran privasi, meskipun dengan tegas menolak untuk menyebutnya sebagai pelanggaran.

Dia mengklaim bahwa data tidak diretas atau bocor. Adapun informasi yang dikumpulkan oleh aplikasi pihak ketiga digunakan sebagai tes kepribadian yang dibuat oleh seorang peneliti. Sekitar 270.000 pengguna Facebook mendaftar untuk mengikuti tes, memberikan persetujuan untuk mengumpulkan data mereka.

Aplikasi pihak ketiga tersebut juga dapat mengumpulkan data teman-teman mereka. Peneliti kemudian memberi Cambridge Analytica data mentah dari para pengguna.

Facebook juga mengumumkan inisiatif penelitian untuk memahami peran media sosial dalam kampanye. Tetapi apakah motivasi dibalik deru transparansi perusahaan didorong oleh publisitas atau tidak, hal ini menimbulkan satu pertanyaan yang sangat penting: Apa sebenarnya yang seharusnya dilakukan pengguna jika mereka adalah salah satu di antara 87 juta pengguna yang tidak beruntung karena data pribadinya dimanfaatkan?

Dilansir dari huffingtonpost.com, beberapa ahli memberikan pernyataanya tentang masalah tersebut:
 

1. Tak bisa menuntut hak

"Mengetahui informasi pribadi anda digunakan, tidak ada yang bisa anda lakukan selain marah,” kata Serge Egelmen, direktur penelitian dari grup Usable Security & Privacy di International Computer Science Institute University of California, Berkeley.

Setelah informasi dirilis, tidak mungkin untuk mendapatkannya kembali. Uni Eropa memiliki peraturan privasi yang lebih kuat yang memungkinkan siapapun untuk meminta agar data yang dikumpulkannya dihapus.

Meskipun ini bukan solusi sempurna, setidaknya membantu mencegah data pribadi dari penyalahgunaan lebih lanjut. Tentu saja, proses tersebut mengasumsikan bahwa pengguna dapat mengidentifikasi semua penerima data mereka, dan bahkan kemudian mereka harus menerimanya dengan keyakinan bahwa perusahaan-perusahaan itu benar-benar akan menghapusnya.

Egelman mengatakan bahwa memiliki hak yang serupa di Amerika Serikat akan membantu membuat perusahaan lebih sadar tentang bagaimana mereka menangani dan membagikan data pribadi, terutama jika ada penegakan proaktif.

Halaman:

Editor: Administrator


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X