Selasa, 31 Maret 2020

Robot Ikan Ini Bisa Amati Kehidupan Dasar Laut

- 22 Maret 2018, 06:18 WIB

ROBOT ikan buatan MIT Computer Science and Artifical Intelligence Laboratory (CSAIL) ini diberi nama "soft robotic fish (SoFi). Desain dan teknologi yang canggih membuat robot ikan bermata satu ini bisa berenang secara alami bersama ikan lain di perairan terbuka dan memata-matai mereka tanpa menimbulkan kecurigaan atau mengganggu habitat alami mereka.

Direktur CSAIL sekaligus kepala tim proyek SoFi, Daniela Rus mengatakan, bagian luar robot terbuat dari kombinasi karet silikon, plastik fleksibel, dan potongan cetakan 3D. Dengan menggunakan sistem komunikasi berbasis suara yang dikembangkan oleh tim untuk menerima instruksi gerakan.

Rus dkk memperkenalkan SoFi untuk pertama kalinya, Rabu 21 Maret 2018. Mereka melansir bahwa desain dasar SoFi menggunakan teknologi biometrik, yaitu teknologi yang meniru bentuk dan gerakan binatang sesungguhnya.

"Ekor bertenaga motor yang tenang memungkinkannya meniru pola berenang dan gerakan layaknya ikan sungguhan. Selain itu, sensor untuk membantu menghindari benturan atau kerusakan lingkungan laut seperti terumbu karang disematkan," tutur Rus seperti dilansir laman theverge.com.

loading...

Sementara untuk membuatnya bergerak seperti ikan, Rus mengakui itu sebagai salah satu bagian tersulit.  Bagian yang paling menantang adalah pengendalian daya apung yang memungkinkannya untuk bergerak naik dan turun di air dengan baik.

Menurut Rus, CSAIL harus bekerja merekam gambar dan video bawah laut dan mempelajarinya selama lebih dari tujuh tahun dalam pengerjaan proyek SoFi. Namun mereka puas akhirnya mendapat hasil sebuah robot yang mampu meniru penampilan dan pergerakan ikan secara nyata.

Lebih Pintar

Tim CSAIL saat ini terus berupaya membuat SoFi lebih pintar sehingga dapat membuat keputusan tanpa penyelam manusia yang memberinya instruksi dan bergerak dalam kelompok ikan robot yang terkoordinasi. Mereka pun tengah melengkapi SoFi dengan perangkat yang memungkinkan video siaran langsung (live) saat berada di bawah laut.

Selain itu, Rus dkk juga telah membawa teknologi ini ke ahli biologi agar bisa dimanfaatkan untuk mengamati kehidupan laut dan dampak perubahan iklim. “Ada begitu banyak fenomena misterius bawah laut yang belum kita saksikan,” kata Rus. (Wizna Hidayati Umam)***

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X