Mengejutkan, Sopran Isyana Sarasvati di Konser Invitation to The Dance

- 1 Februari 2018, 02:49 WIB

NOMOR Invitation to The Dance merupakan komposisi orkestra yang ditulis komponis asal Jerman, Carl Maria von Weber. Dibalut dalam tempo yang dinamis, Invitation to The Dance menyihir ratusan penonton di Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki Jalan Cikini Raya Jakarta. Berlangsung Rabu, 31 Januari 2018 setelah gerhana bulan total, konser Invitation to The Dance menampilkan 55 musisi yang tergabung dalam Jakarta Concert Orchestra (JCO).

Di bawah pimpinan konduktor Avip Priatna, penonton seperti diajak ke lantai dansa dengan beragam tema lagu. Aksi Avip yang atraktif membuat konser berjalan menyenangkan. Dengan cerdik, Avip kerap memaksimalkan instrumen para musisi, seperti tuba, klarinet, dan drum.

Sebelum Invitation to The Dance mengalun, nomor Spanish Dance No. 1 karya Manuel de Falla menjadi pembuka konser yang membawa penonton ke suasana negeri matador, Spanyol. Komposisi ini merupakan salah satu bagian dari opera La Vida Breve. Lewat lagu ini, Falla membawa Spanyol ke dunia internasional.

Seusai Spanish Dance No.1, barulah Invitation to The Dance mengisi repertoar. Lagu ini ditulis Weber untuk mengisahkan tentang proses seorang pria yang mengajak seorang perempuan berdansa. Lewat lagu ini pula Weber berhasil menggubah wals konser untuk piano yang pertama.

Perjalanan konser Invitation to the Dance berlanjut dengan Pavane karya Gabriel Faure. Pada awalnya, komponis asal Prancis ini menulis komposisi untuk instrumen piano, tapi kemudian dia mengubahnya ke dalam format orkestra. Kendati bertempo lambat, tapi JCO tetap mengemasnya dengan alunan yang membuai telinga penonton.

Panen raya

Dari negeri sendiri, ada komposisi karya komponis Indonesia Fero Aldiansya. Untuk Invitation to The Dance, Fero menulis khusus karya berjudul Panen Raya. Lagu ini terinspirasi dari budaya tarian rakyat Indonesia dari barat sampai timur ketika menyambut panen. Irama yang rancak serta meriah, membuat penonton seperti berada di arena pesta rakyat yang gembira.

Segmen pertama konser ditutup dengan kolaborasi JCO bersama pianis Jonathan Kuo. Lagu bertema tarian kematian yakni Totentanz karya Franz Listz menjadi repertoar Jonathan yang menyayat perasaan. Jemari Jonathan yang menari lincah di atas tuts mengajak hadirin ke suasana syahdu.

Setelah beristirahat selama 20 menit, Invitation to The Dance berlanjut dengan komposisi Norwegian Dances Op. 35 karya Edvard Grieg. Mulanya, Grieg menggubah lagu ini untuk piano empat tangan pada 1881. Melodinya berasal dari koleksi lagu rakyat Norwegia yang berjudul Mountain Melodies Old and New yang dibuat Mathias Lindeman. Grieg kemudian membuat orkestrasinya untuk mengisi drama Henrik Ibsen. Lagu ini menunjukan semangat dan pesona lagu rakyat Norwegia.

Halaman:

Editor: Windy Eka Pramudya


Tags

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X