8 Resolusi Jadi Orangtua yang Lebih Baik di Tahun 2018

- 31 Desember 2017, 08:44 WIB

JIKA Anda tengah memperbaiki pola asuh Anda sebagai orangtua, maka Anda tidak sendiri. Ada beberapa poin penting yang harus Anda koreksi. Ibarat menurunkan berat badan, pola makan yang lebih baik dan pola konsumsi yang lebih baik akan menjadi poin yang lebih penting. Oleh karena itu temukan poin penting dalam pola asuh yang harus Anda perbaiki,

Seperti resolusi apapun, sejujurnya evaluasi diri diperlukan apakah Anda menginginkan pola asuh yang lebih baik atau ingin memperbaikinya. Editorial Director of CNN Health, David G. Allan, menuliskan 8 pemikiran resolusi pola didik (parenting) termasuk bagi mereka yang baru menjadi orangtua. Berikut rangkuman poin-poinnya.

1. Berada di "sana" sepenuhnya (perhatian penuh saat bersama anak-anak)

Saat Anda bersama putra dan putri Anda, maka berikanlah waktu Anda sepenuhnya kepada mereka, berikan perhatian yang menyenangkan untuk menarik mereka. Dengarkan mereka, respons, dan jangan membiarkan diri Anda terganggu oleh telefon genggam atau oleh pemikiran agenda-agenda lain.

Berikan waktu Anda sepenuhnya kepada putra putri Anda, berikan apa yang paling mereka butuhkan seperti perhatian Anda sebagai orangtua, berikan sinyal keterbukaan yang mendorong mereka untuk berbagai apapun yang ada dalam pemikiran mereka atau apa yang terjadi pada mereka.

Langkah ini akan sangat bermanfaat sangat mendalam dan bertahan lama, dan mengurangi sikap tantrum anak. Jika Anda hanya memilih satu resolusi di tahun baru ini, maka pilihlah resolusi yang satu ini. 

2. Jadilah lebih "longgar" untuk hal tertentu

Sebagai orangtua anda mungkin membebani diri anda sendiri dengan jutaan harapan yang mungkin sebenarnya tidak menjadi masalah jika anda berhenti untuk memikirkannya. 

Tak perlu gelisah dan risau, karena anak akan berkembang dengan sendirinya pada waktunya. Tidak perlu menetapkan target yang ketat untuk hal-hal ini, karena akan bekerja dengan sendiri pada anak anda sesuai waktunya.Hal-hal itu seperti merangkak, berbicara, berjalan, mandi teratur, tidak lagi mengompol, belajar membaca, atau naik sepeda sendiri.

Sebagai orang tua anda tidak perlu terlalu ketat dan terbebani dengan nutrisi bagus, tidur yang cukup, eksposur alam, prilaku yang baik, atau tatakrama. Sedikit longgarlah pada anak, bahkan kepada anak usia dini sekalipun.

3. Orang tua adalah contoh

Ketika anda melakukan prilaku serupa secara berulang di depan anak anda, artinya anda sebenarnya sedang mengajarkannya. Seperti misalnya jangan membiasakan diri anda menggunakan telepon genggam saat sedang mengemudi. Jika dilakukan berulang didepan anak anda, maka jangan heran jika anak anda pun melakukan hal serupa. 

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X