Menikmati Sunrise dan Sunset di Tebing Breksi Yogyakarta

- 23 Desember 2017, 05:08 WIB

YOGYAKARTA, (PR).- Jika berlibur ke Yogyakarta, sempatkan untuk singgah ke Taman Tebing Breksi. Destinasi geowisata di Desa Sambirejo Prambanan Sleman ini terletak 15 km dari Kota Yogyakarrta.

Diresmikan 23 Mei 2015, Breksi menawarkan spot swafoto di bukit batu batu-purba, endapan batu vulkanik Gunung Purba Nglanggeran, dan hingga pengalaman belajar dari alam yang tereduksi oleh eksploitasi manusia untuk kepentingan ekonomi.

Bukit batu raksasa tersebut bernilai artistik. Pembentukannya bisa dikategorikan tidak sengaja. Warga desa setempat semula mengeksploitasi batu-batu vulkanik purba untuk kerajinan. Pengerukan mengakibatkan bukit terkikis dan kritis. Ada kekhawatiran lingkungan sekitar hancur dan kerugian massal karena tidak jauh dari lokasi terdapat situs-situs purba seperti Candi Ijo dan Candi Ratu Boko. Menutup lokasi penambangan tanpa alasan, warga pasti menolaknya.

Usai diteliti oleh para ahli geologi, onggokan batu Breksi masuk kategori batu purba yang berusian ribuan tahun. Batu-batu raksasa yang tersisa memiliki warna khas, sebagian besar warna gelap. Ukuran bentangannya memanjang dan meninggi. Ketika diperhatian, onggokan batu raksasa tersebut menyerupai bangunan, ada bangunan empat persegi panjang yang seperti istna batu, ada bentuk lain yang menjulang.

Batu-batu raksasa tersebut makin unik dan ekspresi seninya makin tinggi ketika seninam-seniman pahat lokal menyentuhnya dengan beragam gambar-gambar klasik seperti gambar wayang dan beragam ukiran lain. 

Memanjat bukit batu breksi menjadi daya tarik karena tangga-tangga yang tersedia telah tertata rapi. Semua tangga tersebut batu sisa penambangan yang dibentuk menjadi jalan yang apik.

Sambil memanjat sampai ke atas bukit batu, pemandangan alam dan desa serta lingkungan sekitar seperti Candi Ijo dan Candi Boko menjanjikan gambar yang memukau.

Sunrise dan sunset

Berkunjung ke Breksi memerlukan strategi waktu yang tepat. Apabila wisatawan ingin menikmati matahari pagi (sunrise) selain mengenali batu purbanya, relawan “Lowo Ijo” yang mengelola wisata desa telah siap menerima tamu pukul 05.00 WIB.

Apabila wisatawan telah menginap di Kota Yogyakarta atau sekitarnya, satu jam sebelumnya harus bersiap untuk menuju lokasi yang berjarak sekitar 15 km.

Halaman:

Editor: Mukhijab


Tags

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X