Jumat, 6 Desember 2019

Miss Sherlock, Kisah Detektif Perempuan Asal Jepang

- 2 Desember 2017, 16:35 WIB
Dua karakter utama Miss Sherlock, Yuko Takeuchi dan Shihori Kanjiya.*

SINGAPURA, (PR).- Anda penggemar kisah detektif Sherlock Holmes karya Sir Arthur Conan Doyle? Maka jangan lewatkan Miss Sherlock, cerita sang detektif dalam wujud perempuan dengan latar belakang Kota Tokyo, Jepang.

Dikemas dalam judul Miss Sherlock, aneka misteri akan dipecahkan dalam delapan episode yang masing-masing berdurasi satu jam.

Serial Miss Sherlock adalah serial drama pertama HBO Asia dalam bahasa Jepang. Serial yang akan tayang April 2018 ini merupakan hasil produksi bersama antara HBO Asia dan Hulu di Jepang.

Serial ini akan tayang perdana di lebih dari 20 negara sebagai penghormatan kepada Sir Arthur Conan Doyle dengan penekanan pada karakter ikonik, Sherlock Holmes dan Dr John Watson.

Serial Miss Sherlock menyuguhkan setting suasana modern Tokyo masa kini dengan dua karakter utamanya dua perempuan Jepang yaitu Dr Wato Tachibana (Shihori Kanjiya) dan Sara Shelly Futaba (Yuko Takeuchi). Karakter Dr Wato adalah ahli bedah yang baru kembali dari misi sebagai relawan dokter di Syria, sedangkan Sara Futaba adalah konsultan investigasi untuk kepolisian yang memecahkan kasus-kasus aneh dan sulit.

Mereka memecahkan berbagai misteri dengan observasi luar biasa dan keahlian yang cerdas ala Miss Sherlock.

Di peluncuran Miss Sherlock pada 25 tahun HBO Asia di Singapura, Kamis 30 November 2017, pemeran Sara Futabe, Yuko Takeuchi mengungkapkan, dia merasa terhormat bisa bergabung di serial Miss Sherlock. Yuko mengaku, dia membaca buku dan menonton sejumlah versi Sherlock Holmes di televisi dan layar lebar. Favoritnya adalah kisah Sherlock Holmes yang diperankan Benedict Cumberbatch.

"Untuk Miss Sherlock, ceritanya sudah diadaptasi lagi agar bernuansa perempuan. Saya menyukai kisah Sherlock Holmes terutama yang dimainkan Benedict Cumberbatch, tapi selama shooting Miss Sherlock saya berhenti menontonnya agar tidak terpengaruh," tutur Yuko.

Menurut Yuko, dia merasa beban ketika harus bermain dalam kisah yang sudah terkenal. Apalagi, terdapat perbedaan kultur yang ditampilkan. Di buku, Sherlock digambarkan di Inggris, sedangkan Miss Sherlock di Jepang.


Halaman:

Editor: Windy Eka Pramudya

Tags

Komentar

Terkini

X