Rabu, 26 Februari 2020

3 Cara Pornografi Pengaruhi Otak

- 29 Agustus 2017, 17:19 WIB

SELAIN menyedot pembaca majalah pria, hal berbau pornografi juga mengubah orang dengan berbagai cara halus. Beberapa ilmuwan telah melakukan banyak penelitian mengenai pengaruh pornografi. Berikut tiga cara pornografi memengaruhi otak seperti dikutip Live Science:

1. Lebih dan lebih

Joseph J. Plaud, seorang psikolog forensik klinis pribadi di Boston, Massachusetts, telah mempelajari efek pornografi. Seperti halnya makan, minum, dan tidur, seks merupakan salah satu dorongan manusia yang paling mendasar. Menurut dia, hal itu berarti pornografi mengaktifkan bagian otak kuno seperti sistem limbik yang juga mengendalikan emosi dasar layaknya rasa takut dan marah.

Ketika seseorang melihat konten seksual, dopamin membanjiri daerah otak ini dan menyebabkan perasaan senang yang luar biasa. Seiring waktu, orang mulai mengkaitkan konten ekspilist tersebut dengan perasaan senang. Apapun yang terkait dengan hal itu, bahkan gambar kelinci khas Playboy sekalipun bisa membuat orang ketagihan akan konten pornografi.

Namun, jika respons kesenangan itu dipicu berulang kali, seseorang akan membutuhkan lebih banyak tayangan seksual untuk mendapatkan kesenangan tersebut.

"Semakin banyak yang Anda lakukan, semakin tinggi tingkat akses, dan semakin eksplisit tayangan yang Anda tonton, Anda sepertinya akan membutuhkan lebih dan lebih banyak lagi," kata Plaud kepada Live Science.

2. Penyusutan otak yang luar biasa

Sebuah studi tahun 2014 di jurnal JAMA Psychiatry menemukan bahwa pornografi juga kemungkinan dapat mengecilkan otak. Pria yang rutin mengonsumsi pornografi memiliki volume otak yang lebih kecil dan lebih sedikit koneksi di striatum, wilayah otak yang terkait penghargaan dan motivasi.

Kemungkinan, wilayah otak ini menyusut karena orang menjadi terbiasa melihat gambar porno sehingga lama kelamaan mereka menganggapnya kurang memuaskan.

Namun, daerah otak yang sama juga lebih kecil pada orang-orang yang mengalami depresi. Orang-orang depresi cenderung tidak berada dalam hubungan atau memiliki kehidupan yang sibuk. Jadi, mungkin saja orang yang mengalami depresi lebih cenderung melihat konten pornografi. Oleh karena itu, peneliti berspekulasi bahwa pengecilan otak mungkin terjadi bukan karena pornografi, melainkan karena depresi.

3. Pola pikir jangka pendek

Sebuah penelitian yang diterbitkan di Journal of Sex Research mengungkapkan bahwa menghindari menonton video porno bisa membuat orang lebih menghargai sebuah imbalan.

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X