Kamis, 28 Mei 2020

Diperkenalkan Sunan Kalijaga, Ternyata Ketupat Adalah Singkatan

- 21 Juni 2017, 15:36 WIB

PADA hari raya Idulfitri, tidak lengkap rasanya jika Anda tidak menyediakan ketupat sebagai makanan hidangan. Ketupat merupakan salah satu panganan khas saat Lebaran dan biasanya disajikan dengan opor ayam maupun hidangan bersantan lainnya. 

Ketupat atau yang dalam tradisi Sunda dan Jawa diesebut kupat sangat identik dengan Idulfitri meski kadang pula diasosiasikan dengan perayaan Iduladha. 

Di mana ada ucapan selamat Idulfitri, hampir bisa dipastikan tertera gambar ketupat. Penyajian ketupat pada hari raya ternyata menyimpan banyak makna.

Adalah Sunan Kalijaga yang pertama kali memperkenalkan masyarakat Jawa dengan ketupat. Sunan Kalijaga membudayakan pelaksanaan 2 meomen waktu yang disebut bakda yaitu bakda Lebaran dan bakda kupat. 

’Ngaku lepat’ artinya mengakui kesalahan dan ’laku papat’ artinya empat tindakan. Selain itu, ketupat juga memiliki filosofi lainnya yaitu:

1. Mencerminkan beragam kesalahan manusia

Hal itu bisa terlihat dari rumitnya bungkusan atau anyaman ketupat.

2. Kesucian hati

Setelah ketupat dibuka, akan terlihat nasi putih. Hal itu mencerminkan kebersihan dan kesucian hati setelah memohon ampunan dari segala kesalahan.

3. Mencerminkan kesempurnaan

Bentuk ketupat begitu sempurna dan hal itu dihubungkan dengan kemenangan umat Islam setelah sebulan lamanya berpuasa Ramadan dan akhirnya merayakan Idulfitri.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X