John Wick: Chapter 2, Elegannya CAR dan Judo di Dunia yang Muram

- 18 Februari 2017, 16:58 WIB

CENTRAL Axis Relock (CAR) dan Judo adalah jawaban kenapa koreografi adegan laga yang ditampilkan Keanu Rreeves dalam ”John Wick: Chapter 2” maupun pada film sebelumnya, ”John Wick” (2014), terlihat berbeda, cantik, dan segar.

CAR adalah teknik memegang senjata api yang didesain supaya lebih taktis dan efisien me­lumpuhkan lawan dalam pertempuran jarak dekat.

Cara memegang senjata yang unik ini diciptakan Paul Castle dan biasa diperagakan personel militer maupun kepolisian, bukan hanya untuk pistol, tetapi juga senapan serbu dan shotgun. Alih-alih menodongkan senjata ke depan, teknik ini menempatkan senjata di titik pusat masa tubuh, dekat dengan dada, memudahkan mata membidik, sasaran, serta punya ruang tembak luas.

Sementara itu, dalam banyak adegan perkelahian, bantingan dan kuncian khas judo diperagakan secara dinamis dengan dukungan sinematografi dan tata cahaya nan indah.

Soal cerita, ”John Wick: Chapter 2” sebenarnya menyajikan ki­sah sederhana tentang petualangan pembunuh bayaran profesional yang menjalankan misinya di dunia bawah tanah. Dalam linimasa yang dibuat tak berjeda, ”John  Wick: Chapter 2” langsung melanjutkan kisah sebelumnya dalam ”John Wick” (2014).

Kali ini, John Wick (Keanu Reeves)—yang sudah pensiun dari profesinya sebagai pembunuh bayaran—didatangi hantu dari masa lalu yang menagih balas budi. John seolah memakan buah simalakama. Menolak membalas budi berarti mati, melakukannya pun bisa menggiringnya menuju maut.

Seperti juga film pertamanya, penonton disuguhkan sosok John Wick dengan karakternya yang begitu gelap. Penonton tidak diberikan informasi yang cukup tentang latar belakang dan apa yang sudah dialaminya di masa lalu. Satu-satunya warna cerah dalam film ini adalah fakta bahwa John pernah hidup bahagia dan punya kenangan indah bersama istrinya yang kini telah tiada. Tidak terjelaskan secara terperinci hal ihwal yang membuat istrinya meninggal dan menenggelamkan John dalam kemurungan tak terobati.

John hanya ditampilkan sebagai kriminal legendaris dengan kemampuan bak malaikat kematian. Di dunia kriminal bawah tanah, dia adalah mitos. John Wick pun terbiasa beraksi sendiri bak Rambo sehingga kita tidaklah perlu terlalu mengurusi soal logika saat menontonnya.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

x