Posesif, Kisah Cinta Pertama yang Berbahaya

- 24 Januari 2017, 13:08 WIB

BANDUNG, (PR).- Mengusung kisah cinta remaja, film "Posesif" menawarkan cerita yang tak biasa. Pada mulanya, film yang dibesut sutradara Edwin itu menampilkan kisah cinta pertama yang warna-warni. 

Akan tetapi, pada suatu ketika cinta pertama berubah menjadi gelap. Cinta yang seharusnya melindungi dan sederhana, malah rumit dan berbahaya.

Film "Posesif" yang diproduksi Palari Films menjadi proyek kolaborasi antara sutradara Edwin dan penulis skenario Gina S Noer. Edwin dikenal lewat film "Postcard From the Zoo" yang terseleksi berkompetisi di Berlinale pada 2012 lalu. Sementara itu, Gina telah menulis banyak naskah film Indonesia antara lain "Ayat-ayat Cinta" dan "Habibie Ainun".

Edwin mengungkapkan, dia selalu suka dengan film bertema cinta remaja. Saat ini dia mendapat kesempatan untuk menggarapnya, kenapa tidak. Lewat film "Posesif", dia mencoba mengeksplorasi perasaan jatuh cinta untuk pertama kalinya terutama di usia muda.

"Pada film ini akan digambarkan tentang perasaan yang tidak terkontrol. Jatuh cinta yang intens dan jatuh cinta itu enggak main-main," ungkap Edwin di sela shooting "Posesif" di NuArt Sculpture Park Jalan Setraduta Raya Kompleks Setraduta Kota Bandung, Selasa 24 Januari 2017.

loading...

Penulis skenario Gina S Noer menyebutkan, proses menulis "Posesif" dia lakoni dengan riset pada siswa SMP sampai kuliah. Dia melihat bagaimana fenomena hubungan pacaran yang kekinian.

"Intinya dari 'Posesif' adalah jangan menganggap remeh perasaan jatuh cinta," ujar Gina.

Cerita "Posesif" bermula dari Lala (Putri Marino), seorang atlet loncat indah yang jatuh cinta pada Yudhis (Adipati Dolken). Lala berjanji setia selamanya pada Yudhis. Namun, janji setia itu menjadi jebakan, karena cinta Yudhis yang semula melindungi Lala malah menjadi berbahaya.

Halaman:

Editor: Windy Eka Pramudya


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X