Selasa, 25 Februari 2020

Imlek Berbusana Batik, Kenapa Tidak?

- 22 Januari 2017, 23:00 WIB

TAHUN Baru Imlek tidak bisa lepas dari warna merah dengan potongan busana bergaya cheongsam. Namun, tampilan tahun ini tentunya harus berbeda. Masih tetap merah, masih tetap potongan kerah ala cheongsam, tapi kali ini ayo gunakan batik!

Tanggal 28 Januari 2017, suku bangsa Tiongkok akan merayakan Tahun Baru Imlek. Meskipun demi­kian, kemeriahannya mampu dirasakan banyak orang yang turut menghargai bentuk keragaman budaya itu. Nuansa merah hadir di mana-mana dengan dekorasi lampion yang beraneka.

Bicara tentang merah, warna ini memang sangat identik dengan suasana Imlek. Begitu pun dalam fashion. Warna yang dianggap membawa keberuntungan ini menjadi warna dominan untuk busana khas Imlek.

Untuk momen santai yang bisa bergaya kasual, beberapa busana yang dipilihkan tim Creative Fashion Toserba Yogya untuk FRESHION kali ini bisa menjadi panduan. Kalau biasanya cheongsam formal berbahan satin lembut dan berkilau, momen formal bisa meng­gunakan batik berbahan katun tetapi tetap dengan nuansa floral.

Potongan busananya memang masih dengan gaya khas turun-temurun. Misalnya terusan cheongsam dengan leher tinggi, kan­cing ke samping, dan ada belahan di kiri-kanan. Namun, banyak pula modifikasi yang muncul seperti mix and match dengan celana serta bentuk gaun pendek yang tidak lagi lurus melainkan bersiluet A-line.

Menurut Tomy Fajar Ramdhani dari tim Creative Fashion Toserba Yogya, material batik yang dipilih memang bukan batik bermotif lama, melainkan motif-motif baru yang lebih simpel sehingga ber­kesan lebih dinamis. Pemilihan bahan batik yang pas bisa mem­buat kita terlihat memiliki young-look dan fashionable. 

”Model batik yang akan dikenakan saat Imlek disesuaikan de­ngan acara dan tempat seperti apa yang akan kita kunjungi. Dan, agar terlihat muda dan stylish, pilihlah batik-batik yang bernuansa warna fancy, misalnya pink, tosca, kuning muda, mint-green, dan sebagainya,” ucap Tomy.

Ia pun menyarankan untuk tidak mengunakan batik yang dido­mi­nasi warna gelap seperti merah marun, cokelat, hijau lumut, ataupun hitam. Potongannya bisa disesuaikan dengan postur tu­buh seperti slim fit, over sized fit, ataupun regular fit. 

Halaman:

Editor: Vebertina Manihuruk

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X