Sabtu, 22 Februari 2020

Telefon Pintar tanpa Bingkai Hadir Tahun Ini

- 5 Januari 2017, 04:15 WIB

TREN desain telefon pintar (smartphone) tahun demi tahun selalu bergeser. Setelah beradu memperluas layar, lalu mempertipis bodi, tahun ini para vendor tampaknya akan berlomba mengurangi tepian layar atau dikenal dengan istilah edgeless.

Edgeless atau ada juga yang menyebutnya bezelless sebetulnya bukanlah tren yang benar-benar baru. Beberapa vendor telah memulainya beberapa tahun belakangan. Mereka merancang tepian bodi dirancang setipis mungkin, tanpa mengurangi faktor kekuatan.

Samsung misalnya, yang sejak tahun 2015 telah meluncurkan produknya premiumnya dengan embel-embel edge, Galaxy S6 Edge dan Note Edge. Varian tersebut kembali diluncurkan tahun lalu dengan generasi selanjutnya, Galaxy S7 Edge. Desain layar yang melengkung di sisi kiri dan kanan membuat telefon seluler seakan tanpa tepian sama sekali.

Pada tahun yang sama, perusahaan asal Tiongkok, Oppo meluncur seri R7 dan N3, telefon seluler berlayar 5,5 inci dengan desain tepian yang sangat tipis. Oppo menyebutnya dengan konsep borderless. Meskipun istilahnya berbeda, konsep yang diacu tidak berbeda dengan edgeless atau bezelless. Selain Samsung dan Oppo, ada juga beberapa vendor lainnya yang meluncurkan telefon seluler edgeless, seperti Sharp (Aquos Crystal X) , Motorola (Droid Razr i), dan LG (G2).

Namun, sejauh ini mereka hanya mengeksplorasi kedua sisi bodi, yaitu tepi kanan dan kiri. Sementara bagian atas dan bawah belum tersentuh atau tertutupi layar. Bagian atas terkendala dengan keberadaan speaker dan kamera depan, sedangkan di bawah masih diperlukan untuk menempatkan tombol (softkeys) home, back, dan menu. Untuk itu, rasio antara luas layar dan ukuran permukaan bodi masih berkisar antara 65 persen hingga 75 persen.

Lebih ekstrem
Konsep smartphone berdesain edgeless kembali ramai diperbincangkan beberapa bulan lalu. Pasalnya, konsep tersebut diwujudkan lebih ekstrem lagi. Jika sebelumnya hanya memangkas bingkai kiri dan kanan, beberapa vendor sekarang mengurangi juga bagian atas. Sementara sisi bawah pun hanya disisakan sedikit sekali ruang. Tidak heran jika perbandingan antara luas layar dan permukaan bodi telefon seluler dapat mencapai 90 persen.

Hal yang mengejutkan konsep extreme edgeless tersebut bukan diwujudkan perusahaan raksasa asal Amerika Serikat atau Korea Selatan, melainkan oleh produsen Tiongkok, Xiaomi. Pada Oktober tahun lalu, Xiaomi meluncur smartphone yang banyak mencuri perhatian, Mi Mix. Mereka mengklaim layar 6,4 incinya menutupi 91,3% dari seluruh permukaan bodi.

Keberhasilan Xiaomi tersebut tidak lepas dari nama Philippe Starck. Perancang berkebangsaan Prancis tersebut menganggap bezel sebagai polusi atau sangatlah menganggu dari sisi estetika.

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X