Rabu, 27 Mei 2020

Styrofoam Dilarang, Plastik Datang

- 12 November 2016, 02:05 WIB

PADA 12 Oktober 2016, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mencuit dalam akun resmi media sosial Twitter dan Instagramnya mengenai pelarangan penggunaan styrofoam untuk kemasan makanan (dan minuman) di Kota Bandung per 1 November 2016. Ia juga meminta kepada pihak yang terbiasa menggunakan styrofoam untuk pesanan bawa pulang (takeaway) agar dapat menyesuaikan.

Tak butuh waktu lama, segera saja cuitan tersebut tersebar ke mana-mana. Kini, lima hari setelah imbauan pengurangan penggunaan styrofoam untuk kemasan makanan diberlakukan, geliat perubahan mulai terasa. 

Biasanya di setiap gerobak penjual makanan terpampang nyata tumpukan wadah styrofoam aneka bentuk, kini, hal itu mulai tak terlihat, termasuk di kalangan penjual seblak.

Bagi Anda pencinta seblak, meski sudah tidak menggunakan kemasan styrofoam tetapi kenikmatannya tak sedikit pun berkurang. ”Memang sih, kelihatannya jadi tidak cantik. Pakai styrofoam itu kan agar tampilan seblak lebih menarik,” ujar Nur (30), salah seorang penjual seblak di Jalan Jatayu, Kota Bandung.

Ia didatangi petugas kelurahan beberapa waktu lalu. Tujuannya untuk sosialisasi pelarangan penggunaan wadah styrofoam untuk kemasan. Pertama kali mendengarnya, Nur sempat bingung meski ia tetap yakin tak berimbas pada penjualan seblaknya.

”Bingungnya itu soal nanti ganti styrofoam pakai apa. Tapi karena ini harus kan ya, jadi saya ganti dengan plastik makanan,” tuturnya.

Sebelum 1 November, ia berusaha tidak menggunakan styrofoam. Meski kadang masih pakai tetapi sejak Senin 1 November 2016, ia benar-benar sudah tidak memakai styrofoam lagi. 

”Katanya styrofoam itu jelek untuk lingkungan, bikin sampah. Saya setuju-setuju saja dengan aturan ini karena tidak ada keluhan juga dari pembeli. Yang bertanya juga jarang. Kalaupun ada, saya jawab saja sudah dilarang Wali Kota,” tuturnya.

Meski demikian, Nur masih menyimpan beberapa tumpuk wadah styrofoam. ”Kalau (penjual) yang lain pada pakai (styrofoam) lagi, saya juga pakai lagi saja. Saya menurut pada aturan ini karena tidak mau melanggar saja,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Eva Nuroniatul Fahas


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X