Sabtu, 7 Desember 2019

Amankah Perangkat VR bagi Anak?

- 20 Oktober 2016, 18:00 WIB

PADA 4 Oktober lalu, Google secara resmi memperkenalkan perangkat headset realitas virtualnya, Daydream VR. Deretan produk VR pun semakin panjang setelah beberapa produsen seperti Samsung, Oculus, Sony, dan HR telah terlebih dahulu melemparkan produknya ke pasaran. Namun, maraknya produk VR menimbulkan kekhawatiran tersendiri terhadap efek keamanan bagi anak-anak.

Apakah perangkat realitas virtual aman bagi anak-anak? Pertanyaan besar tersebut mengemuka seiring semakin pesatnya perkembangan teknologi virtual reality. Terlebih lagi anak-anak dengan sifat keingintahuannya memiliki potensi yang sangat besar untuk berinteraksi dengan perangkat VR. 

Tidak heran jika perangkat VR menjadi daftar teratas  keinginan anak-anak di beberapa negara, bisa jadi Indonesia salah satunya. Itu berarti banyak anak-anak akan merengek meminta PlayStation VR baru, HTC Vive, atau Oculus Rif kepada orangtuanya.

Batas Usia
Faktor keamanan perangkat VR bagi anak-anak sebenarnya bukan hanya menjadi perhatian para orang tua, tetapi juga para produsen. Salah satu caranya mereka mencantumkan batas usia pada produk-produknya. Namun, setiap produsen memiliki pertimbangan berbeda mengenai batas usia aman sehingga angka yang dianjurkan berbeda-beda.

Kita mulai dari Google yang memiliki konsep sederhana dalam memperkenalkan teknologi realitas virtual, yaitu Google Cardboard. Saking sederhananya, pengguna dapat membuat dan merakitnya sendiri. Walaupun berbentuk sederhana dengan material kardus, Google memberi perhatian khusus bagi penggunanya.

Meskipun tidak secara spesifik menyebutkan angka, perusahaan multinasional asal Amerika Serikat itu menyarankan Cardboard tidak  digunakan oleh anak-anak tanpa pengawasan orang dewasa. 

Selain itu, pengguna dianjurkan untuk mengambil waktu istirahat, bahkan  menghentikannya jika mengalami ketidaknyamanan, ketegangan mata, atau disorientasi. Hal tersebut berkaitan dengan Cardboard yang memang tidak didesain untuk pemakaian dengan durasi yang lama. Sebaliknya Cardboard merupakan cara Google untuk sekadar memperkenalkan realitas virtual.

Sementara Samsung dengan produknya, Gear VR memberi penjelasan lebih terperinci berkaitan dengan faktor keamanan VR bagi anak-anak. Samsung menyatakan Gear VR tidak boleh digunakan oleh anak-anak di bawah usia 13 tahun. Itu pun harus dalam pengawasan orang dewasa untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, seperti kejang, mata tegang atau lelah, penglihatan ganda, dan lain-lain.

Selain itu, perusahaan asal Korea Selatan itu menyarankan pengguna untuk mengambil istirahat secara teratur. Secara umum setiap pemakaian 30 menit, pengguna harus beristirahat antara 10 sampai 15 menit.


Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Komentar

Terkini

X