Tren Konten Self Healing Sembuhkan Luka Batin, Benarkah Itu yang Kita Perlukan?

- 15 September 2021, 16:38 WIB
Ilustrasi. Ramai pengguna TikTok menggemakan self healing lebih murah daripada konsultasi ke psikiater dan psikolog.
Ilustrasi. Ramai pengguna TikTok menggemakan self healing lebih murah daripada konsultasi ke psikiater dan psikolog. /Pixabay/andreas160578

PIKIRAN RAKYAT – Fenomena ‘self healing atau penyembuhan diri menjadi hal yang semakin marak di berbagai platform media sosial.

Self healing dapat diartikan sebagai proses penyembuhan luka diri dari luka batin atau mental yang diakibatkan oleh berbagai hal.

Luka batin itu bisa muncul dalam bentuk perasaan sedih mendalam, merasa gagal, cemas, yang mengarah kepada kondisi depresi.

Self Healing adalah upaya yang dilakukan oleh diri sendiri, untuk menyembuhkan diri sendiri.

Baca Juga: Baru Bahagia Pindah ke AS, Maia Estianty Umumkan Idap Penyakit Langka yang Tak Bisa Sembuh

Ramainya konten terkait self healing di berbagai platform media sosial pun menjadi sorotan, termasuk dari psikiater.

Psikiater di Rumah Sakit Siloam Bogor, Jiemi Ardian pun, membahas terkait self healing yang seakan menjadi tren di kalangan warganet.

“Kalau ke psikiater/psikolog swasta, ya bener lebih murah self healing ala-ala (jalan-jalan, wisata, yang juga gak bisa sepenuhnya dibilang self healing). Tapi kalau pakai BPJS, jelas jauh lebih murah terapi betulan,” tuturnya, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari akun Twitter @jiemiardian, Rabu, 15 September 2021.

Baca Juga: Semprot Peneliti Soal Keadaan Lapas, Arteria Dahlan: Mohon Maaf Anda Hidup di Mana, Pahami Negerimu

Akan tetapi, Jiemi Ardian menekankan bahwa pertanyaan sebenarnya dari adanya self healing tersebut bukanlah terkait perbandingan harga.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X